Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awal 2016, Margin Bunga Bersih Perbankan Makin Tinggi

Spread margin bank-bank Tanah Air semakin melebar pada awal tahun ini. Pasalnya, bank gencar memangkas suku bunga deposito, namun belum diiringi penurunan suku bunga kredit.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 31 Maret 2016  |  00:16 WIB
Awal 2016, Margin Bunga Bersih Perbankan Makin Tinggi
Ilustrasi - www.udku.com.au
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Spread margin bank-bank Tanah Air semakin melebar pada awal tahun ini. Pasalnya, bank gencar memangkas suku bunga deposito, namun belum diiringi penurunan suku bunga kredit.

Data Statistik Perbankan Indonesia melaporkan, per Januari tahun ini margin bunga bersih (net interest margin/NIM) perbankan Tanah Air mengalami peningkatan dibandingkan akhir tahun lalu.

Sepanjang tahun lalu, NIM bank umum konvensional tak pernah menembus level 5,5%. Namun, per Januari tahun ini, margin bunga bersih bank menembus 5,63% atau angka tertinggi sejak 2012.

Secara industri, kelompok bank asing mengalami peningkatan NIM paling tinggi, yakni sebesar 190 basis poin dari 2,18% menjadi 4,08% secara tahunan (year on year).

Sedangkan kelompok bank umum swasta nasional non devisa mencatatkan penurunan NIM sebesar 113 bps dari 6,12% menjadi 4,99% y-o-y.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Moch. Doddy Ariefianto mengatakan peningkatan NIM perbankan pada awal tahun tersebut disebabkan bank terlebih dahulu menurunkan suku bunga deposito dibandingkan bunga kredit untuk merespon penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia mulai awal tahun ini.

"Pertumbuhan kredit juga kembali melemah, maka tekanan persaingan dana juga melemah. Di samping itu, BI juga mulai menurunkan policy rate-nya di Januari," katanya kepada Bisnis.com, Selasa (29/3/2016).

Doddy memperkirakan NIM perbankan bisa menurun, namun belum terlalu signifikan kendati Otoritas Jasa Keuangan, BI, dan pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong bank menuju bunga kredit single digit.

Menurutnya, hal ini disebabkan OJK menerapkan pendekatan yang menekankan insentif bagi bank yang mampu meningkatkan efisiensi NIM secara bertahap.

Penurunan suku bunga kredit, katanya, memang ada jeda setelah adanya penurunan suku bunga simpanan dan biaya dana (cost of fund).

Doddy menyatakan biasanya penurunan suku bunga kredit bank akan menurun sekitar 1 bulan hingga 2 bulan setelah suku bunga simpanan dipangkas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

margin bunga nim industri perbankan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top