Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu Pantau Capex BUMN Penerima PMN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terus memantau anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) BUMN penerima Penyertaan Modal Negara (PMN).
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 23 Maret 2017  |  19:25 WIB

BIsnis.com, JAKARTA--- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku terus memantau anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) BUMN penerima Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sri mengatakan belanja modal BUMN tersebut merupakan salah satu hal yang dapat mendorong investasi di Indonesia selain pinjaman perbankan atau pasar modal. Investasi sendiri merupakan salah satu komponen yang diperhitungkan dalam pertumbuhan ekonomi.

Sri menyinggung perihal capex BUMN tersebut ketika memberikan penjelasan terkait pertumbuhan ekonomi kepada Komisi VI DPR dalam rapat kerja bersama Kementerian BUMN. “Saya selalu menanyakan berapa capex BUMN,” katanya, Kamis (23/3).

Seperti diketahui, BUMN mendapatkan PMN dalam APBN Perubahan 2015 dan APBN Perubahan 2016. Puluhan BUMN mendapatkan PMN senilai triliunan rupiah, termasuk BUMN yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Secara khusus, dalam kurun waktu 2 tahun, 7 BUMN yang telah go public mendapatkan PMN. Mereka antara lain PT Antam (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk., dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., yang mendapatkan PMN pada 2015.

Pada 2016, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT PP (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., merupakan BUMN yang telah mendapatkan suntikan modal dari negara itu.

Setelah mendapatkan PMN, para emiten itu melakukan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dulu (PM HMETD) atau right issue untuk mendapatkan dana dari pasar modal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Yodie Hardiyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top