BNI Hitung Biaya Investasi ke Australia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah menghitung besaran investasi yang dibutuhkan untuk membuka bisnis di negara bagian Victoria, Australia.
Dini Hariyanti | 25 April 2017 13:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah menghitung besaran investasi yang dibutuhkan untuk membuka bisnis di negara bagian Victoria, Australia.

Direktur Treasury dan Internasional BNI Panji Irawan mengatakan, pihaknya kini sedang mempersiapkan perizinan kepada otoritas perbankan di Australia sambil menghitung nilai investasi yang dibutuhkan untuk membuka kantor cabang bank di wilayah itu.

“Total investasi masih dalam studi yang dalam proses pennyempurnaan,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (25/4/2017).

Saat ini emiten bersandi saham BBNI tersebut sedang menggarap berbagai kajian masih berlangsung dengan desain bisnis cabang yang bertumpu kepada wholesales (korporasi) dan ritel kepada nasabah yang terkait dengan Indonesia.  

Kantor cabang BNI telah tersebar di sejumlah negara seperti Singapura, Hong  Kong, Tokyo, London, New York, dan Seoul. Bakal hadirnya BBNI di Melbourne kelak diharapkan bisa memanfaatkan potensi keuangan di kawasan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan bisnis WNI di sana.

Panji menjelaskan, BNI sudah separuh abad menjembatani layanan keuangan Indonesia dengan negara lain, baik untuk korporasi, institusi, maupun diaspora. Menurutnya, Australia layak digarap lebih serius mengingat kedekatan secara geografis, kemapanan ekonomi, dan hubungan dagang yang intensif.

Tag : bni, kantor cabang
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top