Bank Ina Ditopang Segmen Usaha Kecil

PT Bank Ina Perdana Tbk. menyatakan kredit ke sektor usaha mikro kecil dan menengah masih menjadi kontributor utama dalam penyaluran kredit perseroan.
Ropesta Sitorus | 14 Mei 2017 20:27 WIB
Gedung PT Bank Ina Perdana Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -PT Bank Ina Perdana Tbk. menyatakan kredit ke sektor usaha mikro kecil dan menengah masih menjadi kontributor utama dalam penyaluran kredit perseroan.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Edy Kuntardjo mengatakan, kredit UMKM yang secara umum dimaknai sebagai kredit produktif dengan plafon maksimal Rp5 miliar, merupakan pasar yang paling banyak dimasuki bank-bank kecil di kelompok BUKU I dan II. Hal ini antara lain lantaran faktor keterbatasan modal.

"Bank buku 1 umumnya ke pangsa pasar ini, kredit kecil menengah di luar mikro,  karena permodalan yang kecil sehingga BMPK [batas maksimum pemberian kredit] juga terbatas," katanya kepada Bisnis, pekan ini.

Sampai akhir Maret lalu, total kredit dan pembiayaan yang diberikan Bank yang dikendalikan Salim Group tersebut sebesar Rp1,25 triliun. Sayangnya, Edy tidak menjelaskan secara rinci kredit UMKM ke sektor produktif yang diberikan bank yang baru naik kelas menjadi BUKU II tersebut.

Lebih lanjut, Edy mengatakan bank kecil akan lebih leluasa dan mudah memenuhi ketentuan Bank Indonesia mengenai porsi penyaluran kredit UMKM minimum sebesar 20% dari total kredit pada 2018. "Dibandingkan dengan bank asing, akan sulit memenuhi aturan 20% kredit UMKM karena core business mereka di konsumsi," ujarnya.

Tag : bank ina
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top