Ekonom : Pertumbuhan Kredit BPD Lambat, Ini Alasannya

Menanggapi semakin longgarnya likuiditas bank pembangunan daerah, ekonom menilai ada dua faktor utama yang mempengaruhi.\n
Dini Hariyanti | 14 September 2017 12:16 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Menanggapi semakin longgarnya likuiditas bank pembangunan daerah, ekonom menilai ada dua faktor utama yang mempengaruhi.

Ekonom SKHA Eric Sugandi menyebutkan, ada dua faktor yang mempengaruhi perlambatan pertumbuhan kredit BPD kepada pihak ketiga per Juni 201.

Yakni Idul Fitri dan sikap pemerintah daerah yang belum gesit menggarap infrastruktur.

“Pada lebaran ada kebutuhan untuk menjaga likuiditas sehingga BPD simpan dana di aset likuid seperti fasbi. [Selain itu] kredit BPD banyak dipakai oleh pemda dan pemda mungkin eblum langsung tancap gas kerjakan proyek,” ucapnya kepada Bisnis, Kamis (14/9/2017).

Likuiditas bank pembangunan daerah atau BPD sampai dengan medio 2017 terlalu longgar.

Selain karena perlambatan kinerja penyaluran kredit terpengaruh Idul Fitri, juga ada faktor fungsi intermediasi bank yang belum optimal.

Hal tersebut tampak dari loan to deposit ratio (LDR) BPD per Juni tahun ini  di level 75,69%, turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 80,37%.

Data ini dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Statistik Perbankan Indonesia (SPI).

Tag : kredit, bpd
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top