Premi BNI Life Tumbuh 18%

Hingga Agustus 2017, PT BNI Life Insurance (BNI Life) mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 18% jika dibandingkan capaian pada Agustus 2016.
Fitri Sartina Dewi | 29 September 2017 13:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Hingga Agustus 2017, PT BNI Life Insurance (BNI Life) mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 18% jika dibandingkan capaian pada Agustus 2016.

Plt. Direktur Utama BNI Life Geger N. Maulana mengatakan hingga bulan kedelapan tahun ini, pendapatan premi telah mencapai Rp3,5 triliun atau tumbuh 18% secara year on year (yoy).

“Peningkatan premi didorong oleh kenaikan produktifitas dari saluran bancassurance, dan inovasi produk,” kata Geger kepada Bisnis, Jumat (29/9/2017).

Sepanjang 2017, BNI Life menargetkan pertumbuhan premi di kisaran 40—50% jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,74 triliun.

Untuk mencapai target pertumbuhan, dia mengungkapkan pihaknya akan mengoptimalkan sinergi dengan induk perusahaan yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI untuk menggenjot pemasaran.

Lebih lanjut, Geger mengatakan kenaikan pendapatan premi turut mengerek perolehan laba perseroan. Hingga Agustus 2017, perusahaan telah membukukan laba sebesar Rp216 miliar atau tumbuh 125% secara yoy.

Berdasarkan data statistik tentang asuransi yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pendapatan premi asuransi jiwa per Agustus 2017 mencapai Rp114,8 triliun atau tumbuh 36,4% jika dibandingkan capaian pada Agustus 2016 yaitu Rp84,12 triliun.

Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu mengatakan pertumbuhan premi yang signifikan ditopang oleh pengembangan produk, dan perluasan saluran distribusi yang dilakukan sejumlah pelaku industri asuransi jiwa.

“Semakin banyaknya perusahaan asuransi jiwa yang kerjasama pemasaran saluran melalui bancassurance dan fintech menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan premi,” kata Togar.

Menurutnya, kedua saluran distribusi itu menunjukkan kinerja yang semakin baik. Kendati demikian, dia mengungkapkan saluran keagenan masih tetap menjadi penopang terhadap pertumbuhan premi industri asuransi jiwa.

Tag : bni life
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top