Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isi Ulang E-money Bermasalah? Ini Penyebabnya

Bisnis.com, JAKARTA - Keluhan pelanggan mengenai sulitnya proses pengisian ulang saldo uang elektronik mendapat tanggapan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang merupakan salah satu bank penerbit uang elektronik terbanyak dengan merek dagang E-money.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  09:33 WIB
Isi Ulang E-money Bermasalah? Ini Penyebabnya
Nasabah bertransaksi di mesin ATM, di Jakarta, Kamis (21/9). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Keluhan pelanggan mengenai sulitnya proses pengisian ulang saldo uang elektronik mendapat tanggapan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., yang merupakan salah satu bank penerbit uang elektronik terbanyak dengan merek dagang E-money.

Group Head Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Thomas Wahyudi mengatakan, dalam proses gangguan dalam isi ulang tunai pada e-Money dipengaruhi banyak hal.

"Misalnya, jaringan pada EDC, kartu uang elektroniknya, dan pemilik kartu maupun petugas yang membantu kurang paham," ujarmya kepada Bisnis pada Senin (16/10/2017).

Thomas menyebutkan, perseroan pun terus mengedukasi tentang proses uang elektronik, baik kepada merchant maupun publik. Tahun ini pun bank pelat merah itu juga memperbanyak titik isi ulang agar semakin memudahkan konsumen.

"Kami juga menyediakan isi ulang e-Money dengan NFC sehingga memudahkan nasabah menambah saldo uang elektroniknya dengan mobile banking," sebutnya.


Saat ini, uang elektronik terbitan Bank Mandiri yang telah beredar mencapai lebih dari 10 juta keping. Jumlah uang elektronik diproyeksi terus bertambah seiring dengan semakin meluasnya area penggunaan uang elektronik, termasuk di gerbang tol di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang elektronik
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top