Citi Microentrepreneurship Awards: Nufus Sukses Kembangkan Olahan Sambal Khas Lombok

Bisnis.com, JAKARTA Bermula dari melihat aktivitas bisnis sambal mertuanya, Nufus berhasil menjadi pengusaha mikro yang memproduksi sambal dalam kemasan. Kini, Nufus identik dengan sambal kemasan bermerek Lalada.
MediaDigital | 23 November 2017 15:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bermula dari melihat aktivitas bisnis sambal mertuanya, Nufus berhasil menjadi pengusaha mikro yang memproduksi sambal dalam kemasan. Kini, Nufus identik dengan sambal kemasan bermerek “Lalada”.

Terjun ke dunia sambal yang pedas dan fluktuatif harga bahan bakunya menjadi tantangan tersendiri bagi Nufus. Di bisnis pedas ini, Nufus mencatat sejumlah hal dan peluang yang bisa dikembangkan. Kecintaan masyarakat Indonesia terhadap sambal memang terbukti dari banyaknya jenis sambal yang berasal dari setiap wilayah di negara ini. Sambal-sambal tersebut dapat dibedakan dari rasa, tekstur, warna dan tingkat kepedasannya.

Di saat bisnis kuliner sambal sudah menjamur di mana-mana, Nufus melihat kebanyakan sambal yang dihasilkan tergolong sambal basah dengan minyak yang relatif banyak. Nufus Mutmainah (26), demikian nama lengkapnya, lantas memilih memproduksi sambal dalam kemasan. Uniknya, sambal yang ia beri nama “Lalada” ini teksturnya kering namun tidak berbentuk bubuk.

Peran Ibu Mertua

Nufus mulai memahami bagaimana cara mengolah sambal kering yang baik dan rasa yang tepat ketika membantu ibu mertuanya membuat sambal pesanan orang. Berbekal resep dari ibu mertua, Nufus akhirnya memberanikan diri untuk membuka usaha produk Lalada. Mulanya kemasan Lalada hanyalah plastik biasa. Ketika permintaan sambal kemasan semakin meningkat, produk Lalada berganti kemasan dengan kemasan botol kotak plastik yang keras dan lebih menarik.

Dalam menjalankan usahanya, Nufus dibantu beberapa pekerja yang tak lain tetangganya sendiri. Mereka membantu dalam pengolahan dan pengemasan produk. Nufus lebih fokus terhadap pemasarannya. 

Oleh-Oleh Khas Lombok

Tak hanya membuat sambal untuk sekadar memenuhi pesanan konsumen, Nufus punya cita-cita lebih maju. Ia ingin mengembangkan produk sambala “Lalada” menjadi salah satu oleh-oleh khas Lombok yang sering dicari wisatawan.

Nufus pun mengoptimalkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Tak hanya itu, Nufus juga memiliki jaringan teman yang tersebar di seluruh Nusantara. Tidak sedikit dari teman-teman Nufus yang akhirnya menjadi reseller sambal Lalada di daerah-daerah luar Lombok. Semua itu terjadi karena mereka telah merasakan nikmatnya olahan sambal Lalada.

Harga Cabai

Tak bisa dipungkiri, sambal selalu membutuhkan cabai. Nufus menjabarkan, kendala utama usaha Lalada terletak pada harga cabai yang fluktuatif. Mengingat kondisi itu, Nufus pun memutar akal dan berinovasi.

Harga cabai yang sempat menembus angka lebih dari Rp 170.000,-/kg beberapa bulan lalu membuat Nufus harus mengalihkan bahan bakunya dengan menggunakan cabai kering untuk tetap menjaga jalannya produksi.

Sekarang, persoalan harga cabai tidak lagi menjadi masalah kompleks bagi Nufus. Ia sudah dapat menyiasatinya dengan menganalisa harga pasaran yang tidak akan terpengaruh secara signifikan dengan harga cabai yang fluktuatif.

PemenangCiti Microentrepreneurship Awards 2016-2017

Dalam sebulan Nufus mengaku dapat meraih omset sebesar lima juta rupiah. Sebagian dari keuntungan yang diraihnya ia tabungkan di KSP Lombok Sejati.

Perwakilan dari KSP Lombok Sejati, Sri Mulyantini, mengatakan bahwa Nufus merupakan salah satu anggota yang memiliki usaha progresif dan berprestasi.

Salah satu prestasi yang diraih oleh Nufus adalah memenangkan Citi Microentrepreneurship Awards 2016-2017 Kategori Service.

Sri Mulyantini berharap kesuksesan Nufus dapat menginspirasi nasabah-nasabah lain pelaku UMKM di seputaran kota Mataram, Lombok.

Prestasi Nufus sebagai salah satu pemenang Citi Microentrepreneurship Awards 2016-2017 telah mendorong usahanya semakin berkembang dengan pesat.

Saat ini Citi Indonesia (Citibank N.A., Indonesia) bersama dengan Mercy Corps Indonesia telah membuka pendaftaran untuk Citi Microentrepreneurship Awards 2017-2018. Pendaftaran dibuka hingga 30 Desember 2017. Para pengusaha bisa segera melakukan pendaftaran secara online melalui https://cmaindonesia.id/

Tag : citipeka
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top