Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Dinar Perkuat Kredit Penunjang Infrastruktur

Bisnis.com, JAKARTAPT Bank Dinar Tbk. memperkuat tenaga pemasar untuk mendongkrak kembali penyaluran kredit ke segmen bisnis penunjang infrastruktur yang saat ini cenderung melemah.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 27 November 2017  |  09:57 WIB
Bank Dinar Perkuat Kredit Penunjang Infrastruktur
Bank Dinar - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA–PT Bank Dinar Tbk. memperkuat tenaga pemasar untuk mendongkrak kembali penyaluran kredit ke segmen bisnis penunjang infrastruktur yang saat ini cenderung melemah.

Direktur Utama Bank Dinar Hendra Lie mengungkapkan, penyaluran kredit untuk penunjang bisnis infrastruktur mengalami perlambatan dibandingkan kuartal sebelumnya.

Penyaluran kredit ke penunjang infrastruktur agak turun dibandingkan kuartal I karena rundownloan [pelunasan utang],” tuturnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Hendra menambahkan, sepanjang 2016, porsi penyaluran kredit ke segmen bisnis penunjang infrastruktur mencapai Rp206 miliar atau sekitar 15,5% dari total kredit senilai Rp1,3 triliun.

Kemudian, pada Februari, porsi kredit penunjang infrastruktur meningkat menjadi 18,8% dari total kredit perseroan. Namun, porsi tersebut kemudian menurun menjadi 14,90% dari total kredit.

Guna memacu penyaluran kredit agar sesuai dengan target yang sudah direncanakan, Bank Dinar melakukan beberapa strategi, seperti memperkuat tenaga pemasaran.

Kami melakukan pendekatan ke klien yang sudah masuk ke sektor ini dan penambahan tenaga lending untuk menambahan jaringan nasabah baru,” ujarnya.

Perseroan menargetkan tahun depan untuk penyaluran kredit ke sektor ini dapat tumbuh 15% dibandingkan dengan capaian pada tahun ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Hendra mengatakan persaingan antara bank kecil, bank menengah dan besar semakin ketat, terutama dalam hal bunga kredit.

Mereka [bank BUKU III dan IV] menawarkan suku bunga kredit 10%. Kalau kami bani BUKU I di posisi 13%, mau engga mau kami harus menurunkan bunga meskipun biaya dana lebih tinggi,” ujarnya.

Hendra menuturkan, penurunan laba bersih perseroan itu mendapatkan pengaruh besar dari permintaan kredit yang masih melambat.

Sampai September 2017, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 6,11% menjadi Rp1,31 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), perseroan mencatatkan kenaikan sebesar 21,51% menjadi Rp1,82 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dinar
Editor : Farodilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top