Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Oke (DNAR) Bakal Gelar RUPST & RUPSLB, Minta Persetujuan Rights Issue

PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), salah satunya meminta persetujuan untuk meningkatkan modal dasar perseroan dari Rp2,5 triliun menjadi Rp3 triliun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 19 April 2022  |  14:10 WIB
Bank Oke (DNAR) Bakal Gelar RUPST & RUPSLB, Minta Persetujuan Rights Issue
Pekerja melakukan perawatan gedung di dekat logo Bank Oke Indonesia di Jakarta, Jumat (12/11/2021). - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta pada Rabu, 11 Mei 2022. 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/4/2022), rapat tersebut akan diselenggarakan mulai pukul 09.00 sampai dengan 10.30 WIB, dan bertempat di Gedung Bank Oke, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No. 12, Jakarta Pusat. 

Secara keseluruhan, rapat akan membahas 9 mata acara, yakni 5 mata acara untuk RUPST dan 4 mata acara untuk RUPSLB. 

Dalam RUPST, Bank Oke akan meminta persetujuan dan pengesahan laporan tahunan perseroan tahun 2021. Kemudian, rapat juga akan memutuskan penggunaan laba Bank Oke untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021. 

Selanjutnya, rapat bakal membahas penunjukan akuntan publik yang akan memeriksa laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang akan berakhir pada 31 Desember 2022. Kemudian diikuti laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, serta Penetapan gaji dan honorarium Direksi dan Dewan Komisaris Bank Oke. 

Sementara itu, untuk mata acara RUPSLB, Bank Oke akan membahas pengeluaran saham dalam simpanan melalui Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp500 miliar. 

“Dengan harga per lembar akan ditetapkan kemudian. Pelaksanaan PUT IV ini akan didelegasikan kepada direksi,” jelas direksi Bank Oke, Selasa (19/4/2022). 

Setelah itu, rapat akan mengusulkan untuk menyetujui peningkatan modal dasar Bank Oke dari semula Rp2,5 triliun menjadi Rp3 triliun. Kemudian, rapat akan meminta persetujuan terhadap perubahan susunan pengurus Bank Oke. 

Agenda terakhir, yakni meminta persetujuan atas perubahan Pasal 3 anggaran dasar perseroan untuk disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bank dinar bank oke rights issue
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top