E-Wallet Bayarind Tak Dirancang Sebagai Kompetitor Pemain Lama

Chief Marketing Officer (CMO) Sprint Asia Technology Fayez Alnaji mengklaim produk ini tidak dirancang untuk menjadi kompetitor bagi pemain lama e-wallet.
Reni Lestari | 18 Februari 2018 12:19 WIB
Ilustrasi - bayarind.id

Bisnis.com, TANGERANG SELATAN - Industri financial technology  khususnya di lini dompet elektronik atau e-wallet baru saja diramaikan kehadiran pendatang baru. Meski belum mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan, PT Sprint Asia Technology telah menguji coba produk bertajuk Bayarind.

Sebagai platform transaksi digital terintegrasi, Bayarind yang dipakai oleh konsumen, diuji coba bersama dengan Pasarind, aplikasi khusus merchant yang bekerjasama.

Chief Marketing Officer Sprint Asia Technology Fayez Alnaji mengklaim produk ini tidak dirancang untuk menjadi kompetitor bagi pemain lama e-wallet.

"Kita tidak punya kompetisi dalam pasar ini, karena kita punya pesan sendiri, untuk menyederhanakan transaksi keuangan dari orang ke orang di seluruh Indonesia," kata Fayez di sela acara beta testing Bayarind di Food Markette, BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (17/2/2018).

Di tahun pertama ini, Bayarind ditargetkan memiliki 1 juta pengguna dan 100 ribu merchant di seluruh Indonesia.

Ia melanjutkan, orang yang tidak memiliki akses ke bank pun bisa memanfaatkan layanan Bayarind. Fayez berambisi memasarkan produk tersebut ke petani-petani yang jauh dari akses perbankan.

"Contohnya petani di daerah terpencil, mereka tidak perlu pergi ke kota untuk melengkapi transaksinya. Kita bisa membayar mereka dengan memanfaatkan Pasarind di agen kami," katanya.

Produk ini didesain bisa menerima tiga sumber dana, yakni kartu kredit, transfer bank, dan top up langsung di agen. Tiga sumber dana tersebut juga mewakili segmentasi pengguna, mulai dari kalangan ekonomi atas, menengah, hingga bawah.

"Kami ingin meng-cover semua karena kami ingin membantu orang-orang di daerah terpencil untuk mendapat akses layanan keuangan," ujarnya.

CEO Sprint Asia Technology Setyo Harsoyo optimistis dengan strategi yang telah dirancang dan keunggulan yang ditawarkan, Bayarind dan Pasarind akan mendapat tempat di industri dompet digital di Indonesia.

"Harus optimistis, karena kita punya staregi dan fitur-fitur yang dibuat mudah. Mudah-mudahan bisa menarik pengguna," kata Setyo.

Tag : fintech
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top