Jamkrindo Syariah Bidik Penjaminan BUMN

PT Penjaminan Jamkrindo Syariah mengkaji kerja sama dengan BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan pertambangan.
Nindya Aldila | 21 Februari 2018 23:52 WIB
Karyawan Jamkrindo memberikan penjelasan mengenai produk penjaminan kredit kepada calon nasabah, di Jakarta. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Penjaminan Jamkrindo Syariah mengkaji kerja sama dengan BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan pertambangan. Kerja sama ini bakal menjadi katalis dalam pertumbuhan volume kafalah tahun ini.

Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan Jamkrindo Syariah Santosa mengatakan prospek kerja sama dengan BUMN di sektor tersebut sangat besar. Dia memprediksi capaian volume penjaminan khusus dari sektor tersebut dapat mencapai Rp4 triliun.

“Masih dalam tahap awal. Kami melihat ada potensi kebutuhan BUMN tersebut terhadap produk kami, lalu kami lakukan komunikasi awal,” katanya kepada Bisnis pada Rabu (21/2/2018).

Pengertian kafalah ialah memikul tanggung jawab terhadap sesuatu hak yang telah disahkan menjadi tanggungan orang lain.

Nantinya, perusahaan bakal menjadi penjamin bagi pembayaran yang dilakukan oleh distributor kepada BUMN tersebut. Hal itu biasa disebut payment bond.

"Sementara ini kami masuk ke BUMN dulu dengan pertimbangan untuk mendukung terwujudnya sinergi BUMN," ujar Santosa.

Kemitraan dengan BUMN tidak akan berhenti pada dua sektor tadi saja, tetapi juga di sektor lainnya, seperti logistik.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt. Direktur Utama Jamkrindo Syariah Gatot Suprabowo. Menurut dia, kerja sama dengan BUMN ini bakal membantu perusahaan untuk menjaring pasar baru dengan volume yang besar.

“Kami tidak menargetkan jumlah BUMN-nya, tetapi kami kejar volumenya,” tuturnya.

Pada September 2017, Jamkrindo Syariah telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Semen Padang. Dalam kerja sama tersebut, Jamkrindo Syariah akan memberikan penjaminan kepada distributor yang menerima produk Semen Padang. 

Dalam laporan kinerja perusahaan, Jamkrindo Syariah membukukan volume kafalah hingga Rp12,24 triliun pada 2017. Adapun targetnya, volume kafalah tahun ini bakal menyentuh angka Rp16,13 triliun atau meningkat sekitar 31%.

Tag : jamkrindo
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top