Unit Linked Dominasi Pemegang Polis Panin Dai-ichi Life

Nasabah PT Panin Dai-ichi Life didominasi oleh pemegang polis asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit linked. Head of Investment Panin Dai-ichi Life Santy Gui menuturkan proporsi pemegang polis unit linked per 21 Februari 2018 sebesar 50,9%."Saat ini porsi polis berbasis unit linked adalah sebesar 50,9%," kata Santy di Jakarta, Kamis (22/2/2018).
Reni Lestari | 23 Februari 2018 06:54 WIB
Chief Officer Agency PT Panin Dai-Ichi Life Darwin Gunawan (kiri), Direktur Koichi Nishiyama (kedua kiri) dan Direktur Andrew Bain (kanan), berbincang dengan nasabah saat peluncuran produk Medical Benefit Premier. di Jakarta, Rabu (25/10). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Nasabah PT Panin Dai-ichi Life didominasi oleh pemegang polis asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau unit linked. Head of Investment Panin Dai-ichi Life Santy Gui menuturkan proporsi pemegang polis unit linked per 21 Februari 2018 sebesar 50,9%.

"Saat ini porsi polis berbasis unit linked adalah sebesar 50,9%," kata Santy di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Total asset under management (AUM) Panin Dai-ichi Life sampai saat ini sebesar Rp9 triliun, dan Rp2 triliun diantaranya berasal dari unit linked. Tahun ini Santy menargetkan AUM unit linked Panin Dai-ichi Life bisa tumbuh dua digit hingga 20%.

Santy memandang prospek produk unit linked pada tahun ini masih cukup positif, karena pertumbuhannya selain dipengaruhi pasar, dana yang masuk dari produk ini pun signifikan.

Sebagai bukti optimisme tersebut, pada kuartal pertama 2018 ini, Panin Dai-ichi Life berencana merilis dua jenis produk unit linked untuk menjawab kebutuhan pasar.

"Kendati demikian kami masih belum bisa memberikan detil produk karena masih menunggu persetujuan OJK," lanjut dia.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito memperkirakan pertumbuhan dana kelolaan produk unit linked tahun ini akan mencapai 30%. Angka tersebut diprediksi lebih unggul daripada pertumbuhan reksadana.

Parto melanjutkan hal tersebut sangat dipengaruhi regulasi unit linked yang relatif lebih longgar dibandingkan reksadana.

"[Unit linked] Bisa lebih berkembang dari reksadana, karena agennya banyak, perusahaannya juga berkembang. Saya pikir bisa sampai 30% pertumbuhannya," katanya.

Tag : asuransi jiwa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top