Jasa Raharja Bidik Pertumbuhan Pendapatan 7% pada 2018

PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 7% pada tahun ini. Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan tahun lalu perseoran mencatatkan total pendapatan Rp6,9 triliun. Sementara total santunan mencapai Rp1,9 triliun dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp2,37 triliun.
Reni Lestari | 20 Maret 2018 22:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Jasa Raharja (Persero) menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 7% pada tahun ini.

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo mengatakan tahun lalu perseoran mencatatkan total pendapatan Rp6,9 triliun. Sementara itu, total santunan mencapai Rp1,9 triliun dan laba bersih setelah pajak sebesar Rp2,37 triliun.

"Kenaikan (pendapatan) sejalan dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor karena kita captive di situ, sehingga kenaikan [ditargetkan] kurang lebih 5% sampai 7%," kata Budi di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Sedangkan untuk laba, Budi memprediksi akan terjadi penurunan karena penerapan aturan yang menaikkan nilai santunan kecelakaan. Kenaikan sebesar 100% yang ditetapkan mulai 1 Juni 2017 tersebut tak diikuti dengan peningkatan jumlah iuran.

Peraturan yang dimaksud yakni Peraturan Menteri Keuangan RI No.15/PMK/0.10/2017 dan PMK No.16/pmk.010/2017. Selain menetapkan kenaikan nilai santunan, dua aturan tersebut juga menerapkan ketentuan denda progresif .

Pembayaran sumbangan wajib dana kecelakaan lalu lintas jalan (SWDKLLJ) yang dilakukan setelah jatuh tempo dikenakan denda sebesar 25% jika terlambat 1 hingga 90 hari dan 50% jika dilakukan pada hari ke-91 sampai 180. Sebelum peraturan tersebut terbit, denda keterlambatan pembayaran SWKLLJ adalah 100%.

"Sehingga itu akan menurunkan pendapatan Jasa Raharja," ujarnya.

Meski tidak ada kenaikan iuran dan kemungkinan laba menurun tahun ini, Budi mengatakan hal itu tak jadi soal. Sebab Jasa Raharja didirikan untuk tujuan sosial dan bukan semata-mata mengejar laba.

Tag : jasa raharja
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top