Nasabah Bank Mandiri Korban Skimming Bertambah

Korban skimming atau duplikasi data nasabah yang merupakan nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dilaporkan semakin bertambah.
Nirmala Aninda | 21 Maret 2018 18:54 WIB
Polisi memeriksa mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri, guna mengantisipasi kejahatan 'skimming', di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA - Korban skimming atau duplikasi data nasabah yang merupakan nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dilaporkan semakin bertambah.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengkonfirmasi bahwa jumlah nasabah yang mengalami kerugian melalui kejahatan skimming bertambah menjadi 140 nasabah.

"Total nasabah 140 nasabah dengan jumlah [kerugian] Rp260 juta," ujarnya dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, Rabu (21/3/2018).

Sebelumnya Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan kerugian nasabah diperkirakan berkisar antara Rp100 juta – Rp150 juta.

Bank pelat merah tersebut juga mengakui telah melakukan ganti rugi terhadap kerugian para nasabah per Senin (19/3/2018).

Sebagai langkah preventif, Bank Mandiri telah berupaya untuk meningkatkan sistem keamanan di tiap mesin ATM melalui pantauan intensif.

Selain itu upaya dari perseroan untuk meminimalisir risiko skimming adalah dengan melakukan migrasi kartu debit yang masih menggunakan teknologi magnetic stripe menjadi kartu chip.

Setidaknya hingga awal Maret 2018 Bank Mandiri telah menyiapkan 25% kartu debit berbasis chip dari total 17 juta kartu milik nasabah.

Di samping itu, Bank Mandiri juga mengimbau kepada nasabah untuk selalu waspada dan melaporan tiap kejadian janggal yang terjadi terkait proses transaksi melalui ATM atau mesin EDC.

Tag : skimming
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top