BTPN Syariah Lepas 10% Saham ke Publik

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPN Syariah) mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas 10% sahamnya kepada publik setelah menerima persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Nirmala Aninda | 27 Maret 2018 17:22 WIB
BTPN Syariah. - lowongankerja1.info

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk. (BTPN Syariah) mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas 10% sahamnya kepada publik setelah menerima persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) tersebut menyebutkan akan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 770,37 juta saham baru atau sebesar 10% dari modal ditempatkan dengan harga saham ditetapkan di kisaran Rp900-Rp980 per lembar saham.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, 10% dari total saham yang akan ditawarkan atau sebesar 77,03 juta saham akan diterbitkan untuk program alokasi saham kepada karyawan atau employee stock allocation (ESA).

Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty menuturkan, IPO yang dilakukan merupakan langkah strategis perseroan untuk menjalankan bisnis secara lebih terbuka.

Selain itu melalui penawaran ini BTPN Syariah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk terlibat dalam memberdayakan mass market, khususnya masyarakat prasejahtera produktif.

"Dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk peningkatan volume pembiayaan terhadap segmen prasejahtera produktif yang selama ini menjadi fokus bisnis perseroan," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (27/3/2018).

Apabila seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO ini terjual maka secara performa struktur permodalan dan susunan para pemegang daham perseroan akan mengalami sejumlah perubahan.

Jumlah nominal saham yang ditempatkan atau disetor penuh akan bertambah 10% dari penerbitan saham baru menjadi Rp770,3 miliar dari posisi sebelum penawaran umum sebesar Rp693,3 miliar.

Sementara itu untuk nominal saham dalam Portepel menjadi Rp729,6 miliar dari posisi sebelumnya sebesar Rp806,6 miliar.

Untuk menjalankan IPO ini perseroan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter).

Direktur Ciptadana Ferry Tanja mengatakan dirinya optimistis investor publik akan merespon positif penawaran saham perdana BTPN Syariah dengan didukung potensi pasar yang luas.

"Kinerja keuangan BTPN Syariah solid dan memiliki tim manajemen yang berpengalaman serta telah mendapatkan dukungan penuh dari induk perusahaan," katanya.

Saat ini komposisi kepemilikan saham BTPN Syariah terbagi menjadi 70% milik Bank BTPN dan 30% milik PT Triputra Persada Rahmat.

Hingga akhir Desember 2017 total aset BTPN Syariah mencapai Rp9,2 triliun atau tumbuh 25% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dana pihak ketiga turut mengalami pertumbuhan 21,5% secara year on year mencapai Rp6,5 triliun. Sedangkan untuk pembiayaan yang disalurkan sepanjang tahun lalu mencapai Rp6,1 triliun atau tumbuh 21,1% secara year on year.

"Meskipun menyasar segmen di bawah mikro dengan melibatkan banyak debitur, kami berhasil menjaga risiko pembiayaan bermasalah [NPF] di level 1,67%," kata Ratih.

Tag : BTPN Syariah
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top