Moody's: Teknologi "Blockchain" Tingkatkan Efisiensi Perbankan

Moody's Investor Service menilai teknologi blockchain mampu memangkas biaya dan waktu yang diperlukan dalam proses transaksi perbankan lintas batas.
Annisa Margrit | 16 April 2018 19:11 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan di Galeri ATM, di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- Moody's Investor Service menilai teknologi blockchain mampu memangkas biaya dan waktu yang diperlukan dalam proses transaksi perbankan lintas batas.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (16/4/2018), laporan Moody's yang berjudul "Banking -- Global, Blockchain effeciencies could streamline transactions but reduce banks' fee income" juga menuturkan teknologi itu dapat meningkatkan efisiensi bank. Namun, di sisi lain justru dapat menekan fee-based income dan komisi yang diperoleh.

Moody's Managing Director -- Credit Strategy Colin Ellis mengatakan laporan tersebut fokus pada dua area yang berpotensi terdisrupsi oleh teknologi blockchain dan dampak yang disebabkan, yakni transaksi lintas batas dan pendapatan komisi. Dua hal ini termasuk beberapa area yang bakal terpengaruh oleh teknologi blockchain.

"Blockchain memiliki potensi untuk mengubah eksekusi layanan finansial yang diberikan. Bank bisa mendapatkan keuntungan signifikan dari pengembangan dan implementasi teknologi ini dalam hal efisiensi, penghematan biaya, dan penurunan risiko," paparnya.

Namun, lanjut Ellis, penggunaan blockchain juga akan membatasi biaya pemrosesan, komisi serta keuntungan dari transaksi foreign exchange (forex), sehingga dapat menekan pendapatan.

Moody's menilai bank-bank Swiss akan menjadi yang paling terpengaruh di sisi fee-based income dan komisi. Pasalnya, 50% pendapatan bank-bank tersebut berasal dari dua komponen itu.

Bank-bank di Italia, Kanada, dan Israel menyusul dengan 35%. Sementara itu, bank-bank di kawasan Asia Pasifik serta beberapa negara Eropa yang lebih kecil lebih aman karena pendapatan dari komponen tersebut tidak terlalu besar.

Secara keseluruhan, sistem perbankan di wilayah yang paling banyak melakukan transaksi lintas batas, termasuk Inggris, Belgia, dan Swiss, menjadi yang paling terdisrupsi akibat teknologi yang paling banyak digunakan dalam cryptocurrency ini.

Tag : perbankan, blockchain
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top