Kuartal Pertama 2018, Aset LPS Tembus Rp94,5 Triliun

Aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga kuartal pertama tahun ini mampu mencapai Rp94,5 triliun atau tumbuh 7,41% dibandinglan dengan akhir 2017 yang Rp88 triliun.
Puput Ady Sukarno | 07 Juni 2018 23:59 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Aset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga kuartal pertama tahun ini mampu mencapai Rp94,5 triliun atau tumbuh 7,41% dibandinglan dengan akhir 2017 yang Rp88 triliun.

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa LPS semakin memperkuat kemampuannya sebagai upaya dalam menjalankan peran dan fungsinya menjadi lembaga penjamin simpanan dan pelaksana resolusi bank.

"Komposisi aset LPS sebagian besar, yakni 96,2% berupa penempatan investasi," ujarnya.

Menurutnya, dengan pendanaan yang dimiliki saat ini, LPS memiliki tingkat cadangan penjaminan 1,34% dari total simpanan perbankan di Indonesia di mana undang - undang telah menargetkan LPS memiliki cadangan penjaminan hingga 2,5% dari total simpanan perbankan.

Sementara itu pada pada kuartal I 2018, LPS juga membukukan pendapatan Rp7,0 triliun yang masih didominasi pendapatan premi dari bank sebesar Rp5,4 triliun atau mencapai 76,8% dan hasil investasi Rp1,6 triliun atau hanya 22,6%.

Menurutnya, pada 2017 LPS membukukan pendapatan Rp16,4 triliun terdisi dari premi penjaminan Rp10,4 triliun atau setara 63,5% dan hasil investasi Rp5,9 triliun atau sekitar 36,0%.

Laporan Keuangan LPS 31 Desember 2017 telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dengan opini Wajar dalam Semua Hal yang Material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Fauzi Ichsan mengutarakan pula bahwa hingga akhir kuartal pertama 2018, LPS membukukan pendapatan Rp7 triliun.

"Pendapatan masih didominasi pendapatan premi dari bank sebesar 76,8% dengan nilai Rp5,4 triliun dan sisanya 22,6% berasal dari hasil investasi senilai Rp1,6 triliun," ujarnya.

Menurutnya, pada 2017, LPS mampu membukukan pendapatan hingga Rp16,4 triliun yang terdiri dari premi penjaminan Rp10,4 triliun atau setara 63,5% dan hasil investasi Rp5,9 triliun atau sekitar 36,0%.

Sementara itu, dari sisi aset, hingga kuartal pertama tahun ini, mencapai sebesar Rp94,5 triliun atau tumbuh 7,41% dibandingkan dengan akhir 2017 yang Rp88 triliun.

LPS menilai bahwa hal tersebut menunjukkan bahwa LPS semakin memperkuat kemampuannya sebagai upaya menjalankan peran dan fungsinya menjadi lembaga penjamin simpanan dan pelaksana resolusi bank.

"Komposisi aset LPS sebagian besar, yakni 96,2% berupa penempatan investasi," ujarnya.

Tag : lembaga penjamin simpanan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top