Pasarkan EBA-SP ke Ritel, SMF Targetkan Rp50 Miliar

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan dapat menghimpun dana senilai Rp40 miliar-Rp50 miliar dalam pemasaran Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) kepada investor ritel.
Tegar Arief | 20 Juli 2018 15:32 WIB
Logo PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menargetkan dapat menghimpun dana senilai Rp40 miliar-Rp50 miliar dalam pemasaran Efek Beragun Aset Surat Partisipasi (EBA-SP) kepada investor ritel.

"Ini tahap pertama, targetnya Rp40 miliar-Rp50 miliar, tergantung animo pasar," kata Direktur Sarana Multigriya Finansial (SMF) Trisnadi Yulrisman di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Pemasaran kepada investor individual ini akan dimulai pada awal bulan depan. Adapun yang ditunjuk sebagai pihak pemasar adalah PT BNI Sekuritas.

Namun, SMF masih membuka peluang bagi perusahaan sekuritas lain untuk bermitra. Syaratnya, perusahaan sekuritas tersebut memiliki jaringan investor ritel cukup besar.

Untuk tahap pertama, perseroan masih menggunakan produk EBA-SP yang ada untuk dipasarkan ke investor ritel. Namun, nantinya perusahaan pelat merah ini mencoba untuk meracik produk baru yang benar-benar dikhususkan bagi investor ritel.

Trisnadi menambahkan pihaknya akan konsisten untuk menerbitkan setidaknya satu EBA-SP setiap tahun. Sejalan dengan itu, SMF telah melakukan pembinaan kepada hampir seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk menjalin kemitraan.

"Kami terus membina berbagai BPD untuk terus menerbitkan KPR. Nah, itu nanti kami ambil sehingga ada jaminan kami menerbitkan EBA-SP terus setiap tahun," ujarnya.

Tahun ini, perusahaan telah merilis EBA dengan nilai total mencapai Rp2 triliun. Tahun depan, sebut Trisnadi, perseroan menargetkan nilai yang dicapai bisa menyentuh Rp2,3 triliun-Rp2,5 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Bursa Efek Indoensia (BEI), total nilai penerbitan EBA pada semester I/2018 senilai Rp1,82 triliun atau naik 99,78% dibandingkan semester I/2017 yang hanya Rp913 miliar.

"Yang dicatatkan di bursa itu hanya EBA-SP yang kelas A, sedangkan EBA-SP yang kelas B tidak," ungkap Trisnadi.

Dia menerangkan EBA kelas A dilindungi dari gagal bayar dengan adanya EBA kelas B.

Tag : smf
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top