BNI Segera Salurkan Pembiayaan ke Hong Kong, Tokyo, Seoul, dan Singapura

Bisnis.com, JAKARTA PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengoptimalkan jaringan kantor cabang di luar negeri untuk meningkatkan ekspansi bisnis, terutama pembiayaan.
Ilman A. Sudarwan | 24 Juli 2018 22:43 WIB
Karyawati Bank BNI menghitung uang Rupiah, di Jakarta, Senin (3/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mengoptimalkan jaringan kantor cabang di luar negeri untuk meningkatkan ekspansi bisnis, terutama pembiayaan.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perseroan untuk memaksimalkan fungsi kantor cabang di luar negeri.

"Dalam waktu dekat [akan ada pembiayaan] dari Kantor Cabang Luar Negeri di Asia melalui Hong Kong, Tokyo, Seoul, dan Singapura," katanya kepada Bisnis, Selasa (24/7/2018).

Herry mengatakan, fokus pembiayaan BNI di luar negeri akan berfokus pada kebutuhan pembiayaan untuk berbagai perusahaan yang menjadi supplier bahan baku untuk perusahaan di Indonesia yang berorientasi ekspor.

"Utamanya, untuk perusahaan yang berorientasi di ekspor tekstil dan kertas tisu," katanya.

Hal itu, menurut Herry, dilakukan agar BNI mendukung kebutuhan bahan baku perusahaan berorientasi ekspor di Tanah Air. "Sehingga supply bahan bakunya dapat lebih terjaga."

Kemarin, BNI telah menandatangani perjanjian fasilitas pembiayaan senilai US$100 juta kepada Cascade Pacific Pulp LLC (CPP), sebuah pabrik penghasil pulp di Amerika Serikat.

Fasilitas pembiayaan tersebut disalurkan melalui BNI Kantor Cabang Luar Negeri New York guna mendukung peningkatan kinerja keuangan perusahaan tersebut melalui pembiayaan investasi.

Penandatanganan ini dihadiri oleh Direktur Tresuri dan Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo, Director International Grand Investment Corporation Arvind K Agarwal, serta General Manager BNI New York Oswald JM Tambunan.

Rico Rizal Budidarmo mengatakan, pembiayaan kepada Cascade Pacific Pulp LLC akan membantu perusahaan untuk menjalankan program peningkatan kapasitas produksi pabrik dan juga modal kerja. Fasilitas pembiayaan ini juga merupakan salah satu komitmen BNI untuk bersinergi dengan strategi pemerintah dalam upaya menjaga kecukupan pasokan bahan baku produksi dalam negeri.

“Pemberian fasilitas ini juga menandai keberlanjutan BNI dalam membiayai proyek Pulp and Paper melalui jaringan kantor cabang luar negerinya dan ini merupakan proyek yang ketiga dalam tiga tahun terakhir," katanya.

Hasil produksi pulp dari CPP diserap oleh beberapa perusahaan Indonesia yang membutuhkan jenis pulp dengan karakteristik serat panjang untuk kertas tisu dan juga bahan baku campuran pembuatan kain (viscose/rayon). Hasil produksi dari bahan baku tersebut akan diekspor kembali ke negara-negara lain.

Tag : bni
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top