Sektor Perbankan Indonesia Membaik, Moody's Tetapkan "Outlook" Stabil

Lembaga rating Moody's mengubah outlook sistem perbankan Indonesia dari positif menjadi stabil setelah menaikkan peringkat sejumlah bank Indonesia pada April-Juni 2018.
Annisa Margrit | 08 Agustus 2018 10:47 WIB
Nasabah berjalan di dekat mesin anjungan tunai mandiri, di Jakarta, Senin (18/9/2017). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga rating Moody's mengubah outlook sistem perbankan Indonesia dari positif menjadi stabil setelah menaikkan peringkat sejumlah bank Indonesia pada April-Juni 2018.
 
Outlook baru ini menggambarkan kualitas aset yang makin stabil di tengah perkembangan situasi makroekonomi dan menebalnya buffer dari kerugian seiring menguatnya profitabilitas.
 
"Outlook stabil merefleksikan asesmen kami bahwa dalam 12-18 bulan ke depan bank-bank di Indonesia akan menunjukkan kualitas aset yang makin stabil di tengah perkembangan situasi makroekonomi," ujar Vice President dan Senior Analyst Moody's Simon Chen dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Rabu (8/8/2018).
 
Outlook stabil ini didasarkan pada enam faktor yakni sistem operasional (stabil), risiko aset (stabil), modal (stabil), pendanaan dan likuiditas (stabil), profitabilitas dan efisiensi (stabil), dan dukungan pemerintah (stabil).
 
Pertumbuhan ekonomi yang kuat diyakini bakal mendukung operasional perbankan selama 12-18 bulan ke depan. Secara khusus, Moody's menilai kebijakan makroekonomi pemerintah akan mampu mengerek pertumbuhan PDB menjadi 5,2% pada 2018-2019. 
 
Pertumbuhan kredit juga diyakini bakal berada di kisaran 10%-12% per tahun dalam periode 2018-2019, lebih baik dari 8,2% pada tahun lalu. 
 
Chen melanjutkan kualitas aset akan stabil dalam periode yang sama seiring dengan menguatnya performa ekonomi yang mengerek naiknya pendapatan. Tingkat kredit bermasalah pun diyakini tetap rendah.
 
Selain itu, Moody's menyatakan terus meningkatnya pendapatan bank dan menurunnya ongkos kredit akan membuat bank lebih mumpuni dalam menyediakan modal untuk mendukung pertumbuhan aset. 
 
Di sisi likuiditas, lanjut Chen, naiknya simpanan akan membantu merelaksasi tekanan terhadap pembiayaan. Meski pertumbuhan kredit yang besar akan menekan pembiayaan bank, tapi pengetatan pembiayaan dinilai tetap terjaga karena simpanan juga meningkat dengan kecepatan yang sama.
 
Hal itu, terangnya, didukung oleh pertumbuhan pendapatan korporasi.
 
Tingkat profitabilitas bank juga diproyeksi terjaga, sejalan dengan tingkat marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) bank-bank Tanah Air yang berada di level 5% atau di atas rata-rata perbankan Asia Tenggara.
 
Dukungan dari pemerintah terhadap sektor perbankan pun diyakini tetap kuat. Menurut Chen, naiknya rating Indonesia pada April 2018 menunjukkan bahwa pemerintah telah meningkatkan kapasitas untuk mendukung sektor ini.
 
Terlebih, ada aturan Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) yang mampu menyediakan dasar hukum untuk keamanan sektor ini. 
 
Pada April 2018, Moody's telah menaikkan rating sejumlah bank BUMN dan bank swasta dari Baa3 menjadi Baa3 dengan outlook stabil dari sebelumnya positif. 
 
Moody's juga sudah menaikkan asesmen kredit untuk tujuh dari sembilan bank yang masuk dalam monitor lembaga tersebut untuk periode April-Juni 2018. Kesembilan bank itu berkontribusi 66% terhadap total aset perbankan nasional per Maret 2018. 

Tag : perbankan, moody\'s
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top