BCA Syariah Salurkan Rp100 Miliar ke PLN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BCA Syariah menggelontorkan Rp100 miliar kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan akad musyarakah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2018.
Ilman A. Sudarwan | 27 Agustus 2018 22:42 WIB
Nasabah saat melakukan transaksi di salah satu kantor Bank BCA Syariah yang ada di Jakarta. (Bisnis - Nurul Hidayat)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BCA Syariah menggelontorkan Rp100 miliar kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan akad musyarakah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW yang tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan tahun 2018.

Pembiayaan tersebut merupakan bagian dari pembiayaan sindikasi dengan total nilai sebesar Rp14 triliun dengan melibatkan 13 lembaga keuangan konvensional dan syariah. Adapun, sindikasi syariah secara keseluruhan mencapai Rp4 triliun.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan bahwa pembiayaan tersebut merupakan dukungan perseroan untuk mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, ketersediaan tenaga listrik akan menunjang produktivitas industri.

“Partisipasi BCA Syariah merupakan bentuk dukungan kami untuk mensukseskan program pembangunan pemerintah. Ketersediaan listrik yang memadai dapat meningkatkan produktivitas industri dan masyarakat yang tentunya memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia,” katanya sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (27/8/2018).

Pada bulan lalu, BCA Syariah juga ikut berpartisipasi dalam penyaluran pembiayaan sindikasi untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta—Cikampek II Elevated (Jalan layang Cikampek) dengan jumlah yang sama sebesar Rp100 miliar.

John menerangkan, pembiayaan infrastruktur merupakan salah satu target penyaluran pembiayaan BCA Syariah pada tahun ini. Proyek infrastruktur yang menjadi prioritas perseroan di antaranya adalah pembangunan jalan raya, jalan tol, dan pembangkit tenaga listrik.

Tahun ini, BCA Syariah memproyeksikan pembiayaan infrastruktur sekitar Rp250 sampai dengan 500 miliar, dengan mempertimbangkan tingkat permintaan di pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Sepanjang semester I/2018 penyaluran pembiayaan BCA Syariah meningkat 21,3% secara tahunan menjadi Rp4,7 triliun. Penyaluran pembiayaan berfokus pada sektor produktif khusunya segmen komersial diikuti oleh UMKM dan konsumer.

Dari segi kualitas aset, rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross dan NPF nett masing-masing tercatat pada level 0,73% 0,31%. John mengatakan, perseroan menargetkan pembiayaan pada tahun ini dapat meningkat 15%—20% dibandingkan dengan tahun lalu.    

Tag : BCA Syariah
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top