Aset Tembus Rp167,8 Triliun, MUFG Jadi Bank Asing Terbesar di Indonesia

Mitsubishi UFJ Financial Group Ltd. (MUFG Bank) menjadi kantor cabang bank asing terbesar di Indonesia dari sisi aset dan perolehan laba, seiring dengan kontribusi positif dalam pembiayaan korporasi di Tanah Air.
Fahmi Achmad | 28 Agustus 2018 18:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Mitsubishi UFJ Financial Group Ltd. (MUFG Bank) menjadi kantor cabang bank asing terbesar di Indonesia dari sisi aset dan perolehan laba, seiring dengan kontribusi positif dalam pembiayaan korporasi di Tanah Air.

Pancaran Affendi, Deputy General Manager & Executive Vice President dan Head of Global Corporate Banking & Financial Institution MUFG di Indonesia mengatakan perkembangan usaha dalam 10 tahun terakhir begitu pesat.

Per 30 juni 2018, kantor cabang MUFG Jakarta mencatatkan total aset sebesar Rp167,8 triliun dengan perolehan laba Rp1,71 triliun.

“Saat ini, kami merupakan kantor cabang bank asing terbesar dari sisi aset dan profit,”katanya dalam pertemuan terbatas dengan media massa di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dia menyebutkan pihaknya aktif berpartisipasi dalam pembiayaan korporasi di Tanah Air. Bahkan, selama tahun lalu, MUFG tercatat sebagai nomor satu untuk bookrunner pinjaman sindikasi di Tanah Air.

“Kami ikut di proyek LRT [proyek light rail transit] dan proyek infrastruktur lainnya, sindikasi dengan bank BUMN dan bank swasta lokal lainnya,” katanya.

MUFG merupakan satu dari 12 bank dan lembaga pendanaan yang menandatangani perjanjian pinjaman sindikasi senilai Rp 19,25 triliun untuk jangka waktu pinjaman 18 tahun dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 29 Desember 2017.

Selain itu, pada 15 Januari 2018, MUFG bertindak sebagai salah satu joint mandated lead arrangers and bookrunners (JMLAB) sekaligus sebagai salah satu agen jaminan untuk perjanjian pinjaman sindikasi senilai Rp 1 triliun dengan PT Waskita Karya Tbk.

Pinjaman tersebut untuk mendukung pelaksanaan konstruksi jalan tol Salatiga-Kartasura.

MUFG pun menjadi salah satu pihak yang ikut dalam pembiayaan proyek LRT Palembang, jalan tol Balikpapan Samarinda, proyek Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek II, dan proyek LRT Jakarta Bogor Depok Bekasi.

Pancaran Affendi menambahkan MUFG telah berpartisipasi secara aktif dalam sejumlah proyek infrastruktur strategis di bidang energi seperti Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang-Jawa Tengah 2x1000 MW.

Selain itu, MUFG juga terlibat dalam pendanaan sindikasi untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Pinjaman diberikan kepada PT Supreme Energy Rantau Dedap/SERD dengan nilai US$540 juta.

MUFG juga termasuk dalam pembiayaan sindikasi untuk proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.

Daisuke Ejima, Executive Office & General Manager Jakarta Branch MUFG Bank, mengatakan sebagai grup finansial terbesar di Jepang, pihaknya telah berkembang pesat di 50 negara melalui langkah akuisisi.

Secara anorganik, MUFG telah menaruh investasi sebesar US$10 miliar melalui aliansi strategis dengan VietinBank Vietnam, Krungsri Thailand, SBC Filipna, dan Bank Danamon.

“Indonesia dan Thailand adalah dua negara yang menjadi fokus kami di Asia Tenggara,” katanya.

Di Indonesia MUFG telah memiliki 40% saham PT Bank Danamon Tbk. Pada Desember 2017, MUFG telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. (AFI) dan entitas terafiliasi lainnya sebanyak 73,8% saham Bank Danamon. Proses akuisisi akan melalui 3 tahap sesuai dengan persetujuan otoritas di Tanah Air.

Selain itu, MUFG melalui anak usahanya Acom Co. Ltd. Japan dan The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) juga memiliki mayoritas kepemilikan saham di PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. (BBNP).

Per 31 Juli 2018, Acom menguasai 67,59% saham BBNP, diikuti dengan Bank BTMU sebanyak 7,91%. Sisa saham BBNP sebanyak 11,54% dipegang oleh  PT Hermawan Sentral Investama dan sebanyak 12,96% lainnya oleh publik.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top