Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Batal Terbitkan MTN

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengurungkan niat emisi surat utang jangka menengah atau medium term notes pada semester II/2018 akibat tren kenaikan suku bunga acuan.
M. Nurhadi Pratomo | 19 September 2018 00:35 WIB
Rajawali Nusantara Indonesia. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA— PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) mengurungkan niat emisi surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) pada semester II/2018 akibat tren kenaikan suku bunga acuan.

M. Yana Aditya, Direktur Keuangan dan SDM Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), mengatakan pihaknya mengkaji berbagai alternatif pembiayaan dalam tiga bulan terakhir. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni emisi medium term notes (MTN).

“Mengingat saat ini suku bunga merambat naik karena pengaruh regional rencana penerbitan MTN kami batalkan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (18/9/2018).

Sebagai gantinya, Yana mengungkapkan sedang memproses pembiayaan dengan instrumen lain. Salah satu opsi yang dipertimbangkan yakni pinjaman atau sindikasi perbankan.

Berdasarkan catatan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), RNI saat ini memiliki outstanding MTN senilai Rp465 miliar. Jumlah tersebut berasal dari MTN I RNI TAHUN 2017 senilai Rp77 miliar dan MTN II RNI TAHUN 2017 senilai Rp388 miliar.

Secara terpisah, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wahyu Kuncoro menyebut pihaknya mengarahkan RNI untuk menempuh sindikasi perbankan. Pasalnya, kupon yang ditanggung perseroan untuk penerbitan MTN mencapai dua digit.

“Cari opsi yang lebih murah karena sampai 11,5% jadi mending ke bank saja. Kalau tidak salah rencana awalnya Rp1 triliun tetapi batal,” paparnya.

Tag : bumn, Aksi Korporasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top