Kelangkaan SDM & Rendahnya Kesadaran Masih Jadi Tantangan Asuransi

Pemenuhan sumber daya manusia atau SDM dan peningkatan kesadaran akan pentingnya proteksi dinilai masih menjadi tantangan industri asuransi nasional.
Oktaviano DB Hana | 23 September 2018 20:19 WIB
Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster memberikan penjelasan pada peluncuran Manulife Prime Assurance (MPA) di Jakarta, Rabu (19/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA – Pemenuhan sumber daya manusia atau SDM dan peningkatan kesadaran akan pentingnya proteksi dinilai masih menjadi tantangan industri asuransi nasional.

President Director & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster mengatakan sudah sejak pengetahuan umum bahwa potensi pasar asuransi di Indonesia sangat besar. Namun, dia mengakui bahwa saat ini persaingan di salah atu jasa keuangan ini pun kian ketat.

Kondisi itu, jelasnya, menghadirkan tantangan di tengah kelangkaan SDM khusus, seperti tenaga ahli aktuaria.

“Sekarang kan ada sekitar 61 perusahaan asuransi jiwa. Kalau kami perlu tambahan aktuaris, SDM-nya belum tentu ada. Itu saya rasa salah satu tantangan sektoral yang ada,” ungkapnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Tantangan lain, kata Jonathan, adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya asuransi. Dia mengakui kehadiran program jaminan sosial yang dijalankan oleh BPJS sebenarnya berdampak signifikan pada peningkatan literasi asuransi.

Namun, dia menilai gap literasi itu masih cukup besar. Tantangan ini, jelasnya, menjadi pekerjaan rumah besar yang perlu dipecahkan bersama untuk meningkatkan penetrasi industri dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dilihat masyarkaat secara keseluruhan masih banyak yang belum mengerti. Jadi, itu mungkin tantangan secara sektoral yang mesti kita atasi,” ujarnya.    
Tag : asuransi, manulife indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top