Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rencana BCA Akuisisi Bank Kembali Tertunda

PT Bank Central Asia Tbk. memastikan akan menyelesaikan akuisisi bank kecil usai menggelar rapat umum pemegang saham atau RUPS. Hal ini sesuai dengan ketentuan status BCA sebagai perusahaan terbuka.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 27 November 2018  |  21:23 WIB
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan pada acara halal bihalal bersama wartawan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan pada acara halal bihalal bersama wartawan di Jakarta, Rabu (4/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Central Asia Tbk. memastikan akan menyelesaikan akuisisi bank kecil usai menggelar rapat umum pemegang saham atau RUPS. Hal ini sesuai dengan ketentuan status BCA sebagai perusahaan terbuka.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan hingga Desember mendatang perseroan belum memiliki jadwal untuk menggelar RUPS. Jika tak ada aral melintang, RUPS baru akan dilaksanakan pada awal tahun depan.

Artinya, rencana penyelesaian ini akan mundur dari yang dijadwalkan sebelumnya pada kuartal III/2018 ini.

"Kami terus usahakan kita public company, jadi harus complay RUPS. Prinsipnya kami inginkan cepat dari perizinan juga, BI sangat dipermudah jadi tidak ada masalah. Namun, tahun ini tidak ada RUPS lagi makanya saya lagi pelajari lagi kemungkinan tidak pakai RUPS," katanya, Selasa (27/11/2018).

Adapun poses akuisisi BCA menjadi kabar yang paling ditunggu industri perbankan saat ini. Sebelumnya, sempat beredar nama PT Bank Pan Indonesia Tbk. yang akan diakuisisi.

Namun, Jahja menampiknya dengan mengaku perseroan sudah memiliki satu nama bank kecil yang benar-benar akan diakuisisi tahun ini. Sayangnya, perseroan belum dapat mengungkap identitas bank tersebut.

Dia menuturkan, perseroan juga masih terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai perkembangan rencana tersebut.

“Targetnya sih tetap, kami lapor terus juga ke OJK perkembangannya. Tahun ini minimal satu lah, maunya sih tetap dua, tapi nafsu besar tenaga kurang. Nyari jodoh susah, bibit, bebet, bobot, terus harga lagi terakhir,” ungkapnya.

Sebelumnya, perseroan juga sempat menyebut persoalan harga yang membuat proses akuisisi menjadi lama. Lagi-lagi, Jahja enggan menyebut berapa besar biaya yang harus dikeluarkan perseroan. 

Namun, dia memastikan bujet yang tersedia untuk akuisisi bank mencapai sekitar Rp4 triliun. Dengan modal sebesar itu, dia memastikan perseroan tidak memiliki rencana mengakuisisi Bank Panin.

“Tergantung bank-nya dong. Kalau bank-nya kecil, harganya lebih rendah. Enggak ada Panin, hitung saja bujet kami Rp4 triliun, mana kudu ambil Panin, totalnya Rp4 triliun untuk kebutuhan internal, tapi sampai sekarang kebutuhan internal anak perusahaan belum banyak,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top