Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos OJK Wimboh Santoso: Perbankan Siap Terapkan Kelanjutan Basel III

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyatakan perbankan nasional berada dalam kondisi yang baik dan siap menerapkan kelanjutan standar Basel III.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 November 2018  |  16:32 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kiri) berjalan keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Jakarta, Selasa (13/11/2018). Wimboh Santoso diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi Bank Century. - ANTARA/Muhammad Adimaja
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (kedua kiri) berjalan keluar gedung KPK usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Jakarta, Selasa (13/11/2018). Wimboh Santoso diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi Bank Century. - ANTARA/Muhammad Adimaja
 
 
Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso menyatakan perbankan nasional berada dalam kondisi yang baik dan siap menerapkan kelanjutan standar Basel III.
 
"Perbankan kita saat ini well capitalized dengan Capital Adequacy Ratio mencapai 23% dan didominasi oleh modal inti," ujarnya saat berbicara sebagai panelis pada The 20th International Conference of Banking Supervisors (ICBS) di Abu Dhabi, Kamis (29/11/2018) waktu setempat.
 
Wimboh menyampaikan, penerapan kelanjutan Basel III akan mengalami beberapa penyesuaian dengan kondisi perbankan nasional secara proporsional.
 
Tidak seperti pada Basel I dan Basel II yang diterapkan pada seluruh bank umum, penerapan standar Basel III hanya diterapkan pada golongan bank BUKU 4, BUKU 3 dan bank asing.
 
Pada panel tersebut dia juga membahas tentang perkembangan pesat teknologi finansial atau financial technology (fintech) di berbagai belahan dunia.
 
Wimboh juga berbagi pengalaman bagaimana Indonesia merespon perkembangan tekfin di Indonesia.
 
Menurutnya inovasi keuangan harus tetap didorong karena bermanfaat untuk membuka akses keuangan bagi masyarakat, apalagi bagi Indonesia dengan 260 juta penduduk yang tersebar di sekitar 17.000 pulau.
 
Dia menambahkan untuk menghadapi inovasi tersebut pihaknya telah menyiapkan payung regulasi untuk memitigasi risiko yang mungkin muncul seperti cyber risk, pencucian uang dan pendaaan teroris serta mengedepankan market conduct yang memadai untuk melindungi konsumen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top