Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

2019, Portofolio Investasi Asuransi Jiwa Tak Akan Banyak Berubah

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memprediksi protofolio investasi pelaku industri asuransi jiwa tidak akan banyak bergeser pada 2019. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memperkirakan akan ada sejumlah perusahaan yang mengubah portofolio investasinya, namun hal tersebut diprediksi tidak mengubah posisi investasi secara industri.
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018)./JIBI-Dedi Gunawan
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memprediksi portofolio investasi pelaku industri asuransi jiwa tidak akan banyak bergeser pada 2019.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memperkirakan akan ada sejumlah perusahaan yang mengubah portofolio investasinya, namun hal tersebut diprediksi tidak mengubah posisi investasi secara industri.  

"Sepertinya [portofolio investasi] tidak akan berbeda jauh dengan sekarang. Dari new business mereka, pasti tetap dibelikan saham karena saham sedang murah kan," kata Togar kepada Bisnis, Rabu (19/12/2018). 

Togar menjelaskan, jika dikaitkan dengan situasi politik di tahun depan, pergerakan pasar modal juga dinilai tak akan terpengaruh. Justru saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, indeks harga saham gabungan justru menguat. 

Sementara itu, mengenai minusnya hasil investasi industri asuransi jiwa sepanjang tahun 2018, Togar menjelaskan, hal itu bukan berarti perusahaan asuransi jiwa mencatatkan kerugian.  

"Kalau sekarang hasil investasi minus, itu kan bukan berarti ada kerugian. Kerugian terjadi karena salah transaksi dilakukan, itu hanya pembukuan saja. Dan jangan lupa saham atau dana investasi asuransi jiwa itu jangka panjang," jelasnya. 

Dia mengaku tetap optimistis hasil investasi industri asuransi jiwa akan tumbuh pada tahun depan.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2018 menujukan  hasil investasi industri asuransi jiwa periode Januari- Oktober 2018 mencatat rugi Rp6,92 triliun, merosot 121,24% dibandingkan dengan tahun lalu yang mencatat laba senilai Rp32,58 triliun.

Penurunan hasil investasi ini turut menekan jumlah pendapatan industri pada Oktober 2018 senilai Rp149,61 triliun, turun 18,15% dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama senilai Rp182,79 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper