Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Nagari Fokus Salurkan Kredit UMKM Pada 2019 

Perseroan telah mengajukan pagu kredit bersubsidi atau KUR kepada pemerintah sejumlah Rp1 triliun untuk tahun ini. 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 06 Januari 2019  |  18:29 WIB
Bank Nagari. - JIBI
Bank Nagari. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari menyatakan penyaluran kredit pada UMKM pada 2019 masih menjanjikan.

Perseroan telah mengajukan pagu kredit bersubsidi atau KUR kepada pemerintah sejumlah Rp1 triliun untuk tahun ini. 

Kepala Humas Bank Nagari Zulfahmi mengatakan potensi penyaluran kredit UMKM di Sumatra Barat masih sangat besar dan menjanjikan. Sejauh ini baru 30% dari sekitar 500.000 UMKM di Sumatra Barat yang telah mendapatkan akses pembiayaan melalui perbankan maupun lembaga keuangan lainnya.

"Tahun 2019, Bank Nagari merencanakan pertumbuhan total kredit sekitar 9,38%. [Adapun,] pertumuhan kredit produktif direncanakan sekitar 24,03%. Rencana penyaluran kredit produktif tetap lebih diarahkan ke pembiayaan UMKM," paparnya kepada Bisnis, Jumat.

Zulfahmi menambahkan perseroan juga akan bekerja sama dengan Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB) untuk penyaluran kredit kepada UMKM dengan persyaratan dan tarif ringan.

LPDB adalah lembaga  pemerintah yang memberikan pembiayaan secara konvensional dan syariah kepada koperasi dan UMKM guna menjadi integrator dan percepatan pengembangan industri keuangan mikro di daerah.

Menurut Zulfahmi penyaluran KUR akan tetap mendominasi portofolio kredit perseroan karena mendapat tempat tersendiri pada pelaku usaha.

Namun demikian, imbuhnya, perseroan juga menyediakan skema non-KUR bagi nasabah yang tidak lolos persyaratan administrasi KUR.

Sampai November 2018, portofolio kredit perseroan tumbuh 8,43% menjadi Rp16 triliun dari Rp14,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun, dana perseroan naik tipis 0,01% menjadi Rp18,5 triliun. Pertumbuhan tersebut menjadikan aset perseroan naik 3,43% menjadi Rp24,6 triliun dari Rp23,8 triliun.

Sementara itu, berdasar laporan keuangan triwulan III/2018 perseroan, kredit UMKM berkontribusi sebesar 26,05% atau sejumlah Rp4 triliun kepada 29,56% dari total debitur perseroan.

Selain itu, kredit kepada usaha mikro menyumbang 18,47% ke portofolio kredit atau senilai Rp2,8 triliun.

Zulfahmi berujar perseroan berada di peringkat keempat dalam penyaluran KUR secara nasional setelah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Perseroan menduduki peringkat teratas jika dibandingkan dengan Bank Pembangunan Daerah lainnya.

Dalam menyalurkan KUR, ujarnya, perseroan telah menyiapkan 250 analis kredit UMKM untuk lebih proaktif agar proses menyaluran kredit mikro dan kecil menjadi lebih mudah dan cepat.

Selain itu, sambungnya, perseroan mengharuskan para analis menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) alih-alih hanya ekspansi kredit dalam indeks performa para analis.

Zulfahmi mengemukakan perseroan sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi dan perusahaan penjaminan dalam memitigasi risiko penyaluran kredit UMKM.

Sampai September 2018, NPL gross Bank Nagari turun tipis 8 basis poin (bps) menjadi 3,11%. Adapun, NPL net susut 43 bps menjadi 1,67%.

Dari sisi sektor, Zulfahmi menyatakan usaha yang mendukung potensi wisata Sumatra Barat diproyeksikan semakin berkembang. Menurutnya, perseroan akan fokus menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha perhotelan, restoran, transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif.

Selain itu, sambungnya, perseroan akan menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan rintisan (startup).

"Bank Nagari juga merencanakan menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan beberapa online shopping dan travel seperti BukaLapak, Traveloka, dan perusahaan fintech [fincancial technology]," jelasnya.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank nagari
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top