5 Berita Populer Finansial, Ini Strategi Kang Emil Cari Dana untuk Jawa Barat dan Himbara Bakal Lebur TCash Demi Persaingan

Kabar Kementerian BUMN ingin menyatukan pembayaran QR Code yang dimiliki oleh Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara ke dalam sistem pembayaran digital TCash, milik PT Telekomunikasi Selular, menjadi berita terpopuler kanal Finansial siang ini, Rabu (6/2/2019)
Oliv Grenisia | 06 Februari 2019 11:34 WIB
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar / Flickr

1. Bersaing dengan Go-Pay dan Ovo, QR Code Himbara Bakal Dilebur ke TCash

Kementerian Badan Usaha Milik Negara ingin menyatukan pembayaran QR Code yang dimiliki oleh Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara ke dalam sistem pembayaran digital TCash, milik PT Telekomunikasi Selular.

Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menjelaskan bahwa pihaknya ingin menyatukan QR Code milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., baca selengkapnya di sini

2. Tak Andalkan APBN-APBD, Ini 3 Jurus Ridwan Kamil Cari Dana Membangun Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencari tiga alternatif sumber pendanaan guna menggejot pembangunan infrastruktur, antara lain pinjaman perbankan, emisi obligasi hingga kerja sama pemerintah dan swasta.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di dalam forum investasi di Jakarta, pekan lalu. Baca selengkapnya di sini

3. BTN Mengerem Penyaluran KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengerem penyaluran kredit pemilikan rumah pada tahun ini.

Hal itu mengantisipasi perlambatan ekonomi dalam negeri. Baca selengkapnya di sini

4. BCA Genjot Kredit Infrastruktur

PT Bank Central Asia Tbk. mengandalkan penyaluran kredit ke segmen nasabah korporasi untuk mendorong kinerja pertumbuhan kredit pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. Jan Hendra menyatakan bahwa perseroan akan fokus pada sektor infrastruktur. Baca selengkapnya di sini

5. BRI dan CIMB Niaga Bersaing Salurkan KPR

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. membidik penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 20%—22%. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan target tahun lalu, yakni sebesar 19% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Konsumer BRI Handayani menilai, sejumlah program bank sentral dan otoritas akan memberikan stimulus positif terhadap permintaan KPR. Baca selengkapnya di sini

Tag : berita populer
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top