Selain Obligasi Rp3 Triliun, BTN Kaji sejumlah Opsi Pendanaan KPR

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan akan menerbitkan surat berharga sebagai salah satu alternatif pendanaan penyaluran KPR tahun ini. Untuk mendukung target pengurangan kebutuhan rumah atau backlog pemerintah tahun ini perseroan akan mencampur sumber pendanaan tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Februari 2019  |  22:06 WIB
Selain Obligasi Rp3 Triliun, BTN Kaji sejumlah Opsi Pendanaan KPR
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono menyampaikan sambutan saat peluncuran logo HUT ke-69 Bank BTN, di Jakarta, Jumat (4/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan akan menerbitkan surat berharga sebagai salah satu alternatif pendanaan penyaluran KPR tahun ini. Untuk mendukung target pengurangan kebutuhan rumah atau backlog pemerintah tahun ini perseroan akan mencampur sumber pendanaan tahun ini.
 
Direktur Utama BTN Maryono mengatakan perseroan mungkin akan menerbitkan surat berharga, terutama obligasi senilai Rp3 triliun pada tahun ini. Selain itu, sambungnya, perseroan juga akan melakukan sekuritisasi dan menggenjot penghimpunan dana dalam memenuhi target pengurangan backlog oleh pemegang saham.
 
"Kami dapat penawaran [pendanaan], terutama dari luar. Cuma, kami masih belum melakukan itu karena masih ada risiko selisih [mata uang]," paparnya, Minggu (10/2/2019).
 
Maryono menambahkan perseroan juga belum melakukan lindung nilai (hedging) terhadap aset yang kini dimiliki. Pasalnya, ujarnya, biaya yang harus dikeluarkan perseroan terlalu tinggi atau hampir sama dengan melakukan hedging.
 
Selain itu, Maryono mengutarakan permodalan perseroan juga akan diperkuat dengan hadirnya holding perbankan badan usaa milik negara (BUMN). Maryono berharap peran perseroan dalam holding tersebut dipertegas perannya sebagai "Bank Perumahan". 
 
Adapun, aset perseroan sampai akhir 2018 tumbuh 17,96% menjadi RpRp308,4 triliun dari Rp261,5 triliun pada tahun sebelumnya menurut laporan keuangan bulanan perseroan per Desember 2018. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penyaluran kredit perseroan yang naik 19,18% menjadi Rp215,7 triliun dari Rp181 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, penghimpunan dana perseroan tercatat tumbuh mencapai 18,75% menjadi Rp211,4 triliun.  

Seperti diketahui, perseroan dapat menyalurkan KPR untuk 750—800 ribu unit rumah per tahun. Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengutarakan kemampuan penyaluran KPR BTN diharapkan dapat bertambah menjadi dua kali lipat.

Menurutnya, peningkatan kemampuan BTN secara paralel diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Tanah Air di kemudian hari. Gatot berujar penyaluran KPR dapat mendorong pertumbuhan lapangan kerja secara masif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn, kpr

Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top