McKinsey: Nasabah Pengguna Layanan Digital Perbankan Indonesia Melesat

Konversi nasabah di dalam negeri dalam menggunakan produk-produk digital perbankan semakin tinggi. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan McKinsey & Company kepada 900 responden yang tersebar di Tanah Air pada 2017.
Andi M. Arief | 12 Februari 2019 16:20 WIB
Sebagai Official Prestige Digital Banking Partner Asian Games 2018, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) telah mewarnai perhelatan olahraga terakbar di Asia ini dengan transaksi keuangan digital. - Bisnis/Hendri T. Asworo
Bisnis.com, JAKARTA -- Konversi nasabah di dalam negeri dalam menggunakan produk-produk digital perbankan semakin tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh survei yang dilakukan McKinsey & Company kepada 900 responden yang tersebar di Tanah Air pada 2017 lalu.
 
Dalam laporan yang diterbitkan tahun ini tampak bahwa 55% nasabah konvensional mengemukakan untuk mencoba layanan bank digital dalam waktu 6 bulan ke depan. Temuan ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua yang memiliki kemauan nasabah dalam mencoba layanan digital perbankan setelah Myanmar.
 
"Dorongan digitalisasi yang kuat oleh perbankan Indonesia telah merangsang permintaan. Hal tersebut ditunjukkan dengan reseponden yang acap menjawab upaya perbankan dalam mendorong online banking berhasil membuat mereka mencoba layanan tersebut," seperti dikutip dari laporan "Digital Banking in Indonesia: Building loyalty and generating growth", Selasa (12/2/2019).
 
Laporan tersebut pun mengatakan bahwa nasabah yang aktif menggunakan layanan digital lebih banyak membeli produk perbankan daripada nasabah yang masih menggunakan jalur konvensional. Selain itu, data terakhir menujukkan nasabah digital memilik produk perbankan 1,5x lebih banyak dari nasabah konvensional.
 
Maka dari itu, McKinsey menyatakan peran layanan digital perbankan menjadi krusial dalam membangun loyalitas nasabah dan menciptakan pertumbuhan institusi finansial. Pasalnya, keaktifan nasabah dalam menggunakan layanan digital dilihat lebih menguntungkan dalam pengertian ekonomi bagi perbankan.
 
McKinsey mengemukakan 50% nasabah yang hanya menggunakan layanan digital perbankan mempertimbangkan untuk menggunakan layanan bank digital tanpa bentuk fisik. Sementara itu, nasabah yang sama menyampaikan mempercayai bank digital dan mau memindahkan 25%--50% aset mereka ke bank digital.
 
Di sisi lain, McKinsey menyampaikan penetrasi digital di Tanah Air sudah seimbang dengan negara berkembang lainnya di Asia. Per 2017, McKinsye menghitung penetrasi digital Indonesia naik 1,6x menjadi 58% dari 41,42% pada 2014.
 
McKinsey menemukan bahwa perbankan harus melanjutkan upaya digitalisasi layanan dan produk. Di saping itu, perbankan juga harus bergerak cepat untuk menarik pelanggan baru dan membangun loyalitas pada pelanggan yang sudah ada.  
Tag : perbankan
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top