Kredit Bank DKI Tumbuh 27% pada 2018

PT Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27% pada tahun lalu, ditopang oleh ekspansi kredit multiguna, infrastruktur, serta kredit produktif kepada para pelaku usaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  18:43 WIB
Kredit Bank DKI Tumbuh 27% pada 2018
Aktivitas di salah satu cabang Bank DKI - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27% pada 2018, ditopang oleh ekspansi kredit multiguna, infrastruktur, serta kredit produktif kepada para pelaku usaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Keuangan Bank DKI mengatakan bahwa kredit konsumer, khususnya multiguna naik 27% yoy pada tahun lalu. Sektor UMKM pada saat yang sama tumbuh sekitar 50% yoy.

“Kalau infrastruktur kami terlibat sindikasi yang cukup besar untuk tol Jakarta. Kami ikut Rp4 triliun lebih dari total kredit Rp11 triliun,” kata Sigit di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Sigit melanjutkan pertumbuhan dua digit tahun lalu tidak terlepas dari strategi perseroan untuk mulai menggenjot penyaluran kredit setelah berbenah kredit macet. Seperti diketahui, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) Bank DKI sempat menyentuh 7,9% pada 2015.

Kemudian per akhir 2018, rasio NPL Bank DKI sudah di bawah batas aman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tepatnya sekitar 2,7%. Saat ini tersisa segmen kredit pemilikan rumah (KPR) yang masih menyimpan kredit bermasalah.

Adapun seusai membersihkan aset bermasalah pada 2016, dua tahun lalu Bank DKI mulai menyalurkan kredit secara ekspansif. Alhasil sejak 2017 pertumbuhan kredit bank pembangunan daerah ini sedikit di atas rata-rata industri.

“Kalau tahun ini sudah mulai normal dengan kami juga akan meningkatkan komposisi kredit UMKM sesuai ketentuan OJK [20%],” katanya.

Kendati tumbuh kencang tahun lalu, kredit Bank DKI yang diserap oleh sektor UMKM belum mencapai ketentuan otoritas. Akhir tahun lalu kontribusi UMKM sekitar 10%.

Hal ini akan dilakukan dengan memanfaatkan jaringan kantor Bank DKI yang berada di pasar. Sekitar 28% dari 279 kantor layanan Bank DKI berada di wilayah pasar.

Sementara itu pada tahun ini Bank DKI kembali mengincar pertumbuhan kredit di atas rata-rata industri. OJK memproyeksi tahun ini kredit akan naik sekitar 12% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Target yang kami sampaikan ke otoritas sedikit di atas pertumbuhan industri, antara 13%—15%,” kata Sigit.

Namun, Sigit berharap realisasi dapat melebihi dari target rencana bisnis bank (RBB) 2019. Pasalnya Bank DKI tahun ini akan semakin aktif menjalin kerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) lain. Tercatat sebagian BUMD DKI Jakarta telah menandatangani nota kesepahaman.

Saat ini hanya sekitar 20% dari 9.000 karyawan BUMD DKI Jakarta yang tercatat menjadi nasabah Bank DKI. “Kalau bisa menggenjot kredit konsumsi dari sini saja sudah sangat bagus,” katanya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dki

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top