Bank DIY Bentuk Divisi Kredit UMKM

PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank DIY) akan menambah unit organisasi baru yang fokus menyalurkan kredit mikro, kecil, dan konsumer. Hal tersebut dilakukan guna menggenjot kredit produktif pada tahun ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  04:32 WIB
Bank DIY Bentuk Divisi Kredit UMKM
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Bank DIY) akan menambah unit organisasi baru yang fokus menyalurkan kredit mikro, kecil, dan konsumer. Hal tersebut dilakukan guna menggenjot kredit produktif pada tahun ini.

Direktur Pemasaran Bank DIY Agus Trimurjanto mengatakan sebelumnya divisi perkreditan menangani kredit korporasi, komersial, dan UMKM. Pada tahun ini, Agus berujar akan menambah pejabat yang bertanggung jawab dari tingkat pusat sampai cabang untuk fokus menangani kredit UMKM dan konsumer.

"Saat ini sudah tidak lagi [menangani seluruh segmen kredit], sehingga masing-masing [divisi] fokus pada skim dan jenis kreditnya [masing-masing]," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (26/2/2019).

Agus menambahkan komposisi kredit UMKM terhadap total kredit sebesar 29%. Seperti diketahui, penyaluran kredit kepada UMKM memiliki risiko yang cukup tinggi. 

Namun demikian, Agus menuturkan untuk menjaga kuaitas kredit UMKM perseroan menerapkan sistem angsuran harian atau periodik sehingga tidak perlu menunggu akhir bulan. 

Hingga kahir tahun lalu, Agus mencatat perseroan telah menyalurkan kredit UMKM senilai Rp1,9 triliun atau tumbuh 20% secara tahunan. Sementara itu, pada tahun ini Agus berujar perseroan akan melakukan akselerasi pertumbuhan kredit UMKM sebesar 26,31% menjadi Rp2,4 triliun. 

Di samping itu, Agus berpendapat perseroan masih belum dapat memenuhi imbauan regulator untuk menyalurkan kredit produktif setidaknya 60% dari total kredit. Adapun, lanjutnya, perseroan menargetkan kredit produktif dapat berkontribusi sebesar 52% sepanjang tahun ini.

"Untuk mencapai 60%, kredit produktif sangat tergntung situasi pertumbuhan ekonomi dan sektro riil, sehingga pertumbuhan kredit produktif akan selaras denga hal tersebut," katanya.

Agus mengutarakan perseroan menilai pemaksaan kontribusi kredit produktif ke portofolio kredit akan berdampak pada kualitas kredit.

Di sisi lain, Agus menyampaikan perseroan akan melakukan kerja sama dengan berbagai institusi untuk memperdalam penetrasi kredit ASN. Selain itu, perseroan juga akan menawarkan promo-promo kredit ASN dan layanan persetujuan kredit ASN dalam sehari.

Hingga akhir tahun lalu, Agus menghitung penyaluran kredit konsumer perseroan pada tahun lalu tumbuh 12% menjadi Rp3,2 triliun dari Rp2,8 triliun pada tahun sebelumnya. Pada tahun ini, sambungnya, perseroan menargetkan pertumbuhan kredit konsumer mencapai 15% menjadi Rp3,6 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top