Bareksa Targetkan Dana Kelolaan Tumbuh 600%

PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan mencapai 600% atau sekitar Rp9,8 triliun dari realisasi tahun lalu.
Nindya Aldila | 15 Maret 2019 00:12 WIB
Multifinance - Istimewa

Bisnis.com JAKARTA -- PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) menargetkan pertumbuhan dana kelolaan mencapai 600% atau sekitar Rp9,8 triliun dari realisasi tahun lalu.

Head of Sales & Marketing Bareksa Rani Sumarni Laisila mengatakan saat ini dana kelolaan Bareksa telah mencapai Rp1,8 triliun. Pada akhir 2018, Bareksa mencatatkan sekitar Rp1,4 triliun dengan pertumbuhan 200%--400%.

Untuk menopang hal ini, Bareksa bakal menggenjot jumlah nasabah yang dibidik mencapai 1 juta sampai akhir tahun. Saat ini, jumlah nasabah yang telah terdaftar di Bareksa telah mencapai lebih dari 400.000 orang. Jumlah ini meningkat jauh ketimbang pada 2015 yang masih sekitar 2.456 orang atau tumbuh lebih dari 16.200%.

“Oleh karena pertumbuhan kemarin lumayan bagus, kami menargetkan dapat tumbuh 600%. Kami akan lebih mendorong nasabah yang ritel,” ujarnya, Kamis (14/3).

Saat ini, hampir 98% nasabah merupakan nasabah ritel. Bareksa juga telah bekerja sama dengan e-commerce untuk memperbesar nasabah ritel. Namun, tak hanya ritel di kelas pemula, Bareksa juga mulai membidik nasabah prioritas.

Belum lama ini, Bareksa membangun kantor cabang baru di Medan dengan target nasabah dari kalangan menengah atas atau prioritas dengan nilai asset under management (AUM) minimal Rp2 miliar.  

Menurutnya, kendati platform online, pembangunan kantor ini tetap penting mengingat nasabah membutuhkan konsultasi secara langsung. Namun di saat yang sama, nasabah juga membutuhkan pelayanan yang lebih cepat dan mudah.

“Harus ada kantor di Medan karena di sana peminatnya sangat banyak. Namun, kami belum bisa bangun cabang lagi karena platform kami online. Kami tetap menggunakan chat saja,” ujarnya.

Kendati jumlah nasabah prioritas masih di bawah 200 orang, Rani menargetkan dana kelolaan nasabah prioritas bahkan mencapai Rp2 triliun hingga akhir 2019.

Selain menggenjot dari jumlah nasabah, Bareksa akan, mengubah strategi pasar dari awalnya didominasi oleh pasar uang beralih ke kanal saham. Saat ini, 68% investasi nasabah Bareksa dihasilkan dari pasar uang, fixed income sekitar 24%, dan sisanya saham. Porsi saham memang sekarang masih paling mini mengingat karakter investor saham biasanya berasal dari nasabah di level advance.

Menurutnya, investasi saham  menguntungkan baik bagi user maupun Bareksa lantaran pasar uang tingkat volatilitasnya lebih tinggi.

“Pada 2017--2018 pasar kami lebih ke pasar uang. 2018 pertengahan sampai sekarang kami edukasi ke saham. Dengan mengubah strategi, peminatan reksa dana ini akan menjadi besar,” tuturnya.

Tag : Bareksa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top