InsurTech, Inovasi Baru Asuransi yang Dipadu Teknologii

Kehadiran digital insurance technology diharapkan mampu berkontribusi menambah sekitar 2% hingga 3% pertumbuhan industri asuransi konvensional atau offline yang saat ini peningkatannya sekitar 9% hingga 11% dalam satu tahun.
Dewi Andriani | 30 Maret 2019 01:43 WIB
Launching WowPremi sebagai pencetus Insurance Technology (InsurTech). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kehadiran digital insurance technology diharapkan mampu berkontribusi menambah sekitar 2% hingga 3% pertumbuhan industri asuransi konvensional atau offline yang saat ini peningkatannya sekitar 9% hingga 11% dalam setahun.

Ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia Harry Purwanto mengatakan dengan adanya digital insurance tech ini, memungkinkan perusahaan asuransi untuk secara langsung menjangkau end user.

"Namun itu semua tergantung pada promosi yang dilakukan untuk menjangkau lebih banyak konsumen," ujarnya.

Salah satu perusahaan digital insurance technology ini adalah PT Dritama Brokerindo yang menghadirkan WowPremi sebagai pencetus Insurance Technology (InsurTech).

Henry Wono Wong, Pendiri PT Dritama Brokerindo mengatakan WowPremi didukung oleh lebih dari 20 mitra asuransi terkemuka di Indonesia. Antara lain Asuransi Sinar Mas, Adira Insurance, MNC Insurance, Harta Insurance, Asuransi Asei, AXA Insurance, BCA Insurence, dan lainnya.

"WowPremi membantu 24 jam non stop setiap hari untuk proses aktivasi asuransi dengan wakty kurang dari 5 menit," ujarnya.

Henry menyadari umumnya, masyarakat membeli asuransi dengan mengunjungi cabang asuransi terdekat atau memanggil agent asuransi. Proses ini membutuhkan waktu 2-7 hari hingga terjadi aktivasi asuransi.

"Dengan WowPremi kini membeli asuransi dengan aman, nyaman, dan instan yang membantu proses aktivasi asuransi kurang dari 5 menit kapan pun dan di mana pun selama 24 jam nonstop," tuturnya.

Intan Paramita, Kepala Divisi Agency PT Asuransi Sinarmas mengatakan saat ini masyarakat yang ingin berwisata dan membeli asuransi perjalanan tidak ingin repot datang ke kantor cabang asuransi dengan prosesnya cukup lama.

"Melalui proses digitalisasi ini semua menjadi lebih cepat," ujarnya.

Intan mengatakan ini merupakan momen yang sangat tepat mengungat sebentar lagi memasuki momen libur lebaran dan libur sekolah sehingga masyarakat membutuhkan proteksi perjalanan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top