Fintech Akulaku Tambah Kepemilikan Saham di Bank Yudha Bhakti

Perusahaan fintech asal China yang juga dimodali oleh Alibaba, Akulaku, berniat semakin menambah kepemilikan saham di Bank Yudha Bhakti. Jika rencana tersebut terlaksana, porsi saham Akulaku akan meningkat menjadi 20,11% dari sebelumnya 13,06%.
Ropesta Sitorus | 04 April 2019 07:59 WIB
Bank Yudha Bhakti. - bankyudhabhakti

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan financial technology (fintech) asal China yang juga dimodali oleh Alibaba, Akulaku, berniat semakin menambah kepemilikan saham di PT Bank Yudha Bhakti Tbk. Jika rencana tersebut terlaksana, porsi saham Akulaku akan meningkat menjadi 20,11% dari sebelumnya 13,06%. 

Akulaku akan menjadi standby buyer dari rencana penawaran umum terbatas (PUT) II dengan  hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang akan dilakukan oleh Bank Yudha Bhakti.

Dalam keterbukaan informasi disampaikan bahwa PUT tersebut akan dilakukan sebanyak-banyaknya 499,6 juta lembar saham. Dengan harga pelaksaaan Rp338 per saham, nilai penambahan modal diperkirakan mencapai sebanyak-banyaknya Rp168, 87 miliar.

Jika saham-saham yang ditawarkan dalam PUT II tersebut tidak diambil atau dibeli oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan diberikan kepada pemegang HMETD lain yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa HMETD yang tidak dilaksanakan, maka PT Akulaku Silvrr Indonesia berdasarkan perjanjian pembeli siaga tanggal 15 Maret 2019 akan bertindak membeli seluruh sisa saham tidak diambil.

“Dalam registrasi pertama Akulaku masih standby buyer dengan rencana pembelian 499 juta saham dan harga masih di level Rp338 per saham,” kata Corporate Secretary Bank Yudha Bhakti Andriyana Muchyana kepada Bisnis, Senin (1/4/2019).

Aksi korporasi tersebut akan membuat jumlah saham perseroan bertambah dari sebelumnya 5,66 miliar menjadi 6,16 miliar saham.

Adapun, menurut perhitungan sementara perseroan jika pemegang saham pengendali yakni PT Gozco Capital tidak menggunakan seluruh haknya maka jumlah sahamnya akan terdilusi dari 33,90% menjadi 31,15%.

Begitu juga dengan pemegang saham lain yakni PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha juga diperkirakan akan terdilusi masing-masing dari 21,91% dan 5,45% menjadi 20,13% dan 5,01%. Porsi kepemilikan saham oleh masyarakat juga akan turun dari dari 25,68% menjadi 23,60%.

Sementara itu, jika Akulaku berkesempatan mengeksekusi seluruh saham baru, porsi kepemilikan sahamnya emiten berkode saham BBYB tersebut akan meningkat dari sebelumnya 13,06% menjadi  20,11% dengan jumlah total saham naik menjadi 1,24 juta lembar.

Sebelumnya Akulaku telah masuk ke perseroan lewat transaksi  akuisisi sebagian saham Gozco Capital. Akulaku menggenggam saham 8,95% dengan nilai total Rp158 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank yudha bhakti, Akulaku

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top