Agresif Kembangkan Jenius, Begini Strategi BTPN

PT Bank BTPN Tbk., entitas hasil merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI), berkomitmen mengembangkan perbankan digital lewat optimalisasi layanan Jenius.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  14:35 WIB
Agresif Kembangkan Jenius, Begini Strategi BTPN
Value Proposition and Product Head, Deputy Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi memberikan penjelasan tentang produk Jenius di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BTPN Tbk., entitas hasil merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. dan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI), berkomitmen mengembangkan perbankan digital lewat optimalisasi layanan Jenius.

Jenius dan BTPN Wow! adalah inovasi produk dan layanan berbasis digital yang dikembangkan BTPN dalam beberapa tahun terakhir untuk mempercepat akusisi nasabah di tengah era persaingan digital perbankan.

Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan pasca merger dengan bank Jepang tersebut, peluang untuk ekspansi Jenius akan semakin besar.

“Karena kami punya visi untuk menjadi bank universal. Kekuatan kami khususnya di ritail banking adalah digital banking-nya, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan itu,” katanya saat ditemui di kantor pusat BTPN beberapa waktu lalu.

Ongki menjelaskan dua fokus pengembangan Jenius yakni dari sisi penambahan nasabah dan fitur layanan. Menurutnya hal itu akan semakin mudah karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin bagi bank untuk melakukan proses validasi data nasabah alias know your customer secara elektronik alias e_KYC.

“Ini impact-nya akan bagus dan mendukung ekspansi sebab dengan aturan yang dulu kita mesti punya staf untuk bisa menyediakan layanan di  suatu daerah,” ungkapnya.

Irwan Sutjipto Tisnabudi, Deputy Head of Digital Banking BTPN menambahkan salah satu strategi untuk mempercepat akusisi nasabah Jenius yakni lewat cross selling ke kalangan segmen nasabah korporasi perseroan.

“Dukungan untuk Jenius sangat kuat setelah merger. Video call e-KYC yang sudah kami luncurkan di Jenius merupakan sinergi antara SMBCI dengan tim Jenius. Layanan kami juga jadi lebih lengkap, misalnya untuk nasabah korporasi kami sediakan produk Jenius. Bisa dibilang perkembangan dalam tiga bulan ini sejak adanya merger sangat baik,” paparnya.

Irwan mengatakan, nasabah Jenius saat ini tercatat lebih dari 1,3 juta. Selain di wilayah Jabodetabek, penetrasi layanan Jenius juga tersebar di sejumlah kota seperti Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Malang dan Makassar.

Bank BTPN menyatakan akan lebih ekspansif dalam mendorong penetrasi layanan Jenius ke sejumlah kota besar di Tanah Air. Sampai akhir tahun, BTPN menargetkan tim sales Jenius akan tersedia di sedikitnya 15 kota besar.

“Sampai April ini, ekspansinya cukup agresif. Sebenarnya sejak ada video call e-KYC yang diluncurkan April lalu, sudah tidak ada barrier lagi. Nasabah kami sudah ada di lebih dari 30 provinsi walaupun secara fisik sales forcenya cuma ada di 9 provinsi, ke depan sales force kami akan diperluas ke kota lain,” ujar Irwan.

Selain untuk penghimpunan dana, kata Irwan, pihaknya kini mulai menggunakan aplikasi Jenius untuk menyalurkan kredit. Namun menurutnya angkanya belum signifikan karena masih dalam tahap ujicoba. Pemberian kredit dilakukan kepada beberapa nasabah terpilih dengan melihat rekam jejak dan pola penyimpanan dana di aplikasi Jenius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btpn

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top