BRI Agro Terbitkan Saham Baru Rp100 Miliar

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro) hendak menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 3 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 20 Mei 2019  |  15:17 WIB
BRI Agro Terbitkan Saham Baru Rp100 Miliar
Karyawati melayani nasabah di kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. (BRI Agro), di Jakarta, Jumat (9/11/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk. hendak menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 3 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Pada pekan ini perusahaan akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan terkait aksi korporasi tersebut.

Mengutip keterbukaan informasi, Senin (20/5/2019), pelaksanaan HMETD tersebut akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sekitar 14,06% dari modal sebelumnya. Pemegang saham yang tidak mengambil haknya akan terdilusi maksimum sebesar 12,32%. 

Berdasarkan laporan publikasi per Desember 2018, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memiliki 87,10% saham. Selebihnya dimiliki oleh Dana Pensiun Perkebunan dan masyarakat kurang dari 5% melalui pasar modal, masing-masing menggenggam 6,33% dan 6,57% saham. 

Sebelumnya Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto sempat menyatakan hendak menerbitkan saham baru dengan nilai maksimum hingga Rp700 miliar. Pemegang saham pengendali (PSP) tidak mengambil haknya. 

Agus menjelaskan bahwa induk perusahaan berharap kepemilikan saham publik melalui pasar modal dapat naik lebih dari 10%. “Ingin lebih banyak pemegang saham ritel supaya lebih liquid,” katanya kepada Bisnis beberapa waktu lalu. 

Penerbitan HMETD tahun ini merupakan aksi korporasi lanjutan tahun lalu. BRI Agro pada 2018 menargetkan dapat menyerap dana segar dari penerbitan saham baru sebanyak Rp2 triliun. Namun realisasinya sekitar 60% atau Rp1,2 triliun. 

Menurutnya, HMETD atau rights issue tahun lalu tidak terserap sepenuhnya karena perseroan menjual saham lebih mahal dibandingkan dengan harga pasar. Perseroan melepas saham baru dengan harga Rp400 per saham, sedangkan harga pasar pada kisaran Rp350 hingga Rp370 per saham. 

Lebih lanjut, Agus memproyeksikan penerbitan saham baru tahun ini akan membuat perusahaan naik kelas. Per Desember 2018, modal inti perusahaan sebesar Rp4,29 triliun atau tergolong bank umum kegiatan usaha (BUKU) II. 

BRI Agro harus melaporkan modal inti sedikitnya Rp5 triliun agar menjadi BUKU III. Selain saham baru, perusahaan juga akan memperoleh dari laba tahun berjalan untuk mewujudkan rencana naik kelas. 

Aksi korporasi tahun ini diharapkan akan menjadi langkah perusahaan untuk menambah daftar bank umum kelompok usaha (BUKU) III. Per Desember 2019, modal inti perseroan sebesar Rp4,29 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
right issue, bri agro

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top