BNI Bawa UMKM Binaan ke Halal Park Bandara Soekarno-Hatta

BNI berkontribusi menampilkan produk kerajinan tangan, sedangkan BNI Syariah memberikan kontribusi berupa makanan halal. Anak usaha BNI ini bekerjasama dengan rekanan yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari Makelis Ulama Indonesia (MUI), serta UMKM kerajinan tangan yang juga rekanan BNI Syariah, yaitu UMKM sepatu dan kerajinan kulit.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  23:56 WIB
BNI Bawa UMKM Binaan ke Halal Park Bandara Soekarno-Hatta
/Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan anak usaha PT Bank BNI Syariah memboyong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan ke Halal Park bandar udara Soekarno-Hatta.

BNI berkontribusi menampilkan produk kerajinan tangan, sedangkan BNI Syariah memberikan kontribusi berupa makanan halal. Anak usaha BNI ini bekerjasama dengan rekanan yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta UMKM kerajinan tangan yang juga rekanan BNI Syariah, yaitu UMKM sepatu dan kerajinan kulit.

Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan dalam Halal Park Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta ini tidak berbeda konsep dengan sebelumnya yaitu di GBK Senayan. “Hal ini karena dalam Halal Park kali ini masih menampilkan UMKM halal, baik Halal Fashion, Halal Food and Beverage, dan Halal Craft,” kata Firman dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (24/5/2019).

Selain itu, Halal Park di Terminal 3 Soekarno Hatta akan menggunakan alat pembayaran Link Aja sebagai kasir transaksi bersama. Saat ini Link Aja yang dikembangkan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) telah beroperasi dan telah digunakan lebih dari 25 juta pengguna dan 131.000 mitra.

Selain berpartisipasi dalam Halal Park, untuk mendorong pertumbuhan ekosistem halal, BNI Syariah telah melakukan kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sejak tahun 2018 dalam penyelenggaraan Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham), yaitu kompetisi untuk mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif berbasis syariah.

Sementara itu industri halal menurut riset Global Islamic Finance Report 2017 mempunyai potensi besar untuk berkembang. Hal itu utamanya di Indonesia yang merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Industri busana dan makanan halal, menurut riset di atas, secara global mempunyai potensi bisnis masing-masing mencapai US$20 miliar dan US$170 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
produk halal

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top