Ini Dia Perbandingan Memilih Investasi dan Tabungan untuk Haji dan Umrah

Menunaikan Ibadah Haji merupakan impian seluruh umat muslim, tak terkecuali bagi kalangan millennial.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  08:56 WIB
Ini Dia Perbandingan Memilih Investasi dan Tabungan untuk Haji dan Umrah
Ibadah haji - Reuters/Ahmad Masood

Bisnis.com, JAKARTA - Menunaikan Ibadah Haji merupakan impian seluruh umat muslim, tak terkecuali bagi kalangan millennial.

Apalagi dengan banyaknya kelompok-kelompok pengajian dan tren hijrah yang dimotori para artis dan influencer muda, semakin banyak generasi millennial yang mulai berkeinginan untuk beribadah ke Tanah Suci.

Namun, untuk menjalankan Ibadah Haji, dibutuhkan masa tunggu yang cukup lama sekitar 16 hingga 23 tahun sehingga banyak  masyarakat yang memilih untuk melakukan perjalanan umrah terlebih dahulu karena waktunya yang lebih fleksibel.

Apalagi dari segi biaya, pelaksanaan ibadah Haji dimulai dari Rp45 juta dengan setoran awal Rp25 juta, sedangkan untuk umroh bisa lebih murah yakni mulai dari Rp20 juta, sudah mengakomodir transportasi, akomodasi, makanan, dan kebutuhan pokok selama beribadah.

N Anie Puspitasari, Chief Marketing Officer Narada Asset Management mengatakan bukan hal yang mustahil bagi kalangan millennial untuk bisa menjalankan ibadah haji dan umrah. Apalagi saat ini semakin banyak tour and travel yang mulai mengakomodir kebutuhan para millennial yang ingin lebih fleksibel.

Namun, tetap saja dibutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang sejak dini agar tujuan yang diinginkan untuk beribadah ke Tanah Suci bisa tercapai, termasuk dalam hal pengelolaan financial.

Anie mengatakan bahwa hal paling penting yang harus dipersiapkan adalah niat. Sebab, jika sudah memiliki niat dan tekad yang besar untuk beribadah haji atau umrah, pasti akan secara konsisten mengatur dan mengelola semuanya dengan baik.

“Setelah memiliki niat, tetapkan target atau rencana keberangkatan, serta cek biaya perjalanan ibadah dari beberapa biro travel. Jika sudah mengetahui berapa biayanya dan target keberangkatan, mulai atur keuangan karena total pembiayaan akan menentukan nilai investasi yang dibutuhkan dalam periode yang sudah ditentukan,” terangnya.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengatur keuangan. Hal pertama adalah menjalankan gaya hidup yang lebih hemat dengan meminimalisir pengeluaran yang konsumtif.

Selanjutnya, mulai menyisihkan dana dengan cara menabung atau berinvestasi yang besarannya sekitar 20% dari pemasukan. Jika dibutuhkan, bisa mencari biaya tambahan yang diperoleh dari berjualan atau menjadi freelancer.

“Jika gajinya sekitar Rp5 juta, maka sisihkan 20% dari Rp6 juta yaitu Rp1 juta. Dengan biaya umrah dan setoran awal haji sebesar Rp25 juta maka dana tersebut bisa terkumpul selama 24 bulan. Artinya 2 tahun ke depan, sudah bisa berangkat umrah atau memberikan setoran awal biaya haji,” ujarnya.

Anie mengatakan melalui instrument investasi, seseorang bisa mengalokasikan anggaran lebih sedikit dengan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan hanya dengan cara menabung biasa. Salah satu instrument investasi yang bisa dipilih karena mampu memberikan manfaat lebih besar dengan profil risiko yang lebih rendah adalah Reksadana.

Dia mencontohkan untuk bisa mengumpulkan dana sebesar Rp25 juta, seseorang harus menabung sebesar Rp1,05 juta per bulan selama 2 tahun dengan asumsi bunga 2% per tahun sehingga bisa menghasilkan Rp25,7 juta

Sementara itu, jika melalui instrumen reksadana, investasi perbulan hanya Rp1 juta dengan asumsi return 15% per tahun, hasil yang didapatkan setelah berinvestasi selama 2 tahun bisa lebih besar yakni mencapai Rp27,8 juta.

Muhammad Dzulfahmi, Manager Angkat Koper selaku pelaksana Tour and Travel Haji dan Umrah mengatakan sejak 3 tahun terakhir, jumlah generasi muda yang berkeinginan untuk melaksanakan ibadah umrah semakin meningkat.

Di Angkat Koper sendiri, hampir 25% jumlah jamaah yang berangkat pada tahun lalu didominasi oleh kalangan usia 20 tahun hingga 25 tahun. Menariknya, di Angkat Koper mereka bisa merencanakan perjalanan umrahnya secara backpacker dengan biaya yang relative lebih murah.

“Jadi mereka bisa memilih hotel dan maskapai penerbangan sendiri sehingga biayanya bisa lebih murah. Namun karena dari pemerintah ketentuan biaya umroh minimal Rp20 juta, maka ketika ada lebih kami berikan dalam bentuk cashback untuk biaya selama di Mekkah dan Madinah,” ujarnya.

Menurutnya, para calon jamaah memang harus mempersiapkan dana tambahan di luar biaya paket perjalanan ibadah haji. Sebab, biasanya akan ada komponen biaya kebutuhan tak terduga yang kadang tak terlihat tetapi nilainya bisa lebih besar dibandingkan dengan kebutuhan utama ketika beribadah.

“Seperti kenaikan kurs dollar, pulsa, kelebihan bagasi, belanja berlebih, suntik meningitis, hingga baju yang disesuaikan dengan cuaca di Tanah Suci,” ujarnya.

Begitu pula ketika beribadah haji, adanya kuota menyebabkan antrian bagi jamaah sehingga ada perbedaan waktu yang cukup panjang. Hal ini akan mempengaruhi biaya saat perjalanan sehingga perlu dipersiapkan saat keberangkatan.

Dengan berinvestasi sedini mungkin, maka dana yang terkumpulkan akan dikelola oleh Manajer Investasi sehingga dana yang didapatkan akan lebih besar dengan asumsi return sebesar 10% hingga 15%. Semakin dini berinvestasi maka hasil yang didapatkan bisa lebih besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top