4 Tips Agar Pengajuan Pinjaman Anda Disetujui

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengajuan pinjaman seseorang di tolak oleh bank atau lembaga keuangan lainnya adalah skor kredit yang buruk.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  07:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Salah satu faktor yang mempengaruhi pengajuan pinjaman seseorang di tolak oleh bank atau lembaga keuangan lainnya adalah skor kredit yang buruk.

Sebelum memberikan pinjaman, lembaga keuangan, seperti bank atau multifinance, biasanya akan menelusuri profil risiko dari calon debiturnya. Salah satunya melalui skor kredit.

Menurut Pefindo Biro Kredit, skor kredit adalah ukuran kelayakan kredit seseorang, berupa angka numerik yang dihitung secara algoritmis berdasarkan informasi yang ada di laporan perkreditan. Skor ini akan menjadi acuan untuk menentukan apakah pengajuan pinjaman layak disetujui atau ditolak.

Nilai skor kredit umumnya berkisar antara 250 hingga 900. Semakin tinggi skor kredit seseorang, semakin rendah tingkat risiko orang tersebut. Artinya, orang tersebut memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya, demikian pula sebaliknya.

Dengan memiliki skor kredit yang baik, setidaknya kita telah memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan.

Berikut tips untuk memperbaiki skor kredit agar lebih mudah mendapat pinjaman yang dikutip dari berbagai sumber:

1.Manfaatkan kartu kredit

Jika ingin memiliki histori kredit yang baik, hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki transaksi kredit terlebih dahulu. Seseorang dapat mulai membangun histori kredit dari cara yang paling sederhana, yaitu mengajukan aplikasi kartu kredit.

Namun, Anda harus menggunakan kartu kredit secara bijaksana sesuai dengan kebutuhan dan melakukan pembayaran dengan tepat waktu agar skor kredit tetap terjaga.

Dengan adanya data kredit dan pembayaran kredit secara konsisten melalui penggunaan kartu kredit, maka skor kredit seseorang juga dapat dihitung sehingga profil risiko seseorang dapat mulai terbangun.

2. Batasi pinjaman tidak lebih dari 30 persen total penghasilan bulanan

Skor kredit berpotensi menjadi rendah, bila total pinjaman sudah mencapai 30 persen atau lebih dari total penghasilan. Kreditur akan mengganggap Anda sebagai calon debitur yang berisiko mengalami kredit macet dan kurang bertanggung jawab.

Oleh karena itu, sebaiknya selesaikan dahulu cicilan atau pinjaman yang sudah ada sebelum mengajukan pinjaman baru. Hal ini untuk menunjukkan bahwa Anda orang yang bertanggungjawab dan dapat dipercaya.

3. Membayar tagihan tepat waktu

Kelancaran dan komitmen pembayaran tagihan tepat waktu adalah kunci untuk meningkatkan skor kredit. Telat membayar akan berdampak negatif terhadap skor kredit Anda.

Agar tidak lupa membayar tagihan tepat pada waktunya, Anda bisa memanfaatkan fitur pembayaran otomatis atau menggunakan pengingat kalender.

4. Simpan kartu kredit yang tidak terpakai

Menurut Experian, perusahaan global penilai kredit nasabah, tetap membiarkan kartu kredit yang tidak digunakan tetap aktif, asalkan tidak membebani Anda dengan biaya tahunan adalah strategi yang cerdas untuk menjaga skor kredit.

Hal ini karena menutup akun kartu kredit dapat meningkatkan rasio penggunaan kredit Anda. Memiliki jumlah yang sama tetapi memiliki lebih sedikit akun aktif dapat menurunkan skor kredit Anda.

Adapun untuk mengetahui riwayat kredit individu bisa melakukan pengecekan di Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelum ada SLIK, informasi debitur diurus oleh Bank Indonesia lewat BI Checking.

BI Checking adalah laporan yang dulunya dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga nonbank. BI Checking juga dapat melihat masalah kelancaran pinjaman seorang nasabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pinjaman

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup