Bank Kecil Siap Penuhi Aturan Keuangan Berkelanjutan

Bank-bank kecil mengklaim akan tetap memenuhi peraturan tentang keuangan berkelanjutan, meski akan mendapat sedikit kendala.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  17:34 WIB
Bank Kecil Siap Penuhi Aturan Keuangan Berkelanjutan
Ilustrasi - gbtimes.com/shutterstock/Singkham

Bisnis.com, JAKARTA—Bank-bank kecil mengklaim akan tetap memenuhi peraturan tentang keuangan berkelanjutan, meski akan mendapat sedikit kendala.

Kasie Corporate Secretary PT Bank Mestika Dharma Tbk. Doris Thianne menuturkan, perseroan tengah dalam tahap penyusunan peta jalan keuangan berkelanjutan.

Perseroan telah mendapat petunjuk teknis dari otoritas dan akan mulai dengan pengembangan organisasi terlebih dahulu.

"Kami akan comply dengan aturan ini, otoritas juga telah memberi petunjuk teknis dan kami akan coba mulai menyusun rencana untuk tahun depan," katanya kepada Bisnis, Rabu (10/7/2019).

Meski demikian, Doris masih belum yakin implementasi keuangan berkelanjutan akan berjalan mulus. Pasalnya, visi mewujudkan keuangan berkelanjutan diperlukan kontribusi yang komprehensif dari pemerintah dan pelaku usaha.

Perseroan harus mencoba mencari debitur yang juga memiliki pemahaman atas kelestarian lingkungan yang tinggi, agar implementasi keuangan berkelanjutannya dapat berjalan lancar.

"Tapi kan hal itu tidak mudah bagi kami. Mayoritas debitur kami itu usaha mikro kecil dan menengah," ujarnya.

Doris menyampaikan, perseroan akan mulai dengan pembenahan kualitas SDM guna mempersiapkan implementasi POJK 51. Perseroan saat ini sudah mulai mengadakan banyak pelatihan khususnya bagi staf pemasaran untuk mendapat pemahaman tentang keuangan berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Financial Officer PT Bank MNC Internasional Tbk. Hermawan menuturkan, pihaknya baru masuk tahap awal dalam pembahasan mengenai POJK 51.

Perseroan tengah menyusun pembagian tugas bagi setiap divisi untuk implementasi POJK 51 tahun depan.

"Pokoknya kami akan comply, karena ini juga telah diundangkan," katanya.

Meski demikian, Hermawan menyampaikan perseroan masih belum menyusun analisis terkait dengan risiko perlambatan kinerja dari implementasi POJK 51 tahun depan.

"Tapi, seharusnya potensi perlambatan kinerja. Kalau ada pasti akan jadi isu di OJK," katanya.

Tim analis PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk. Rully Nova menuturkan, perseroan masih akan fokus pada pengembangan SDM pada tahun pertama implementasi.

Terkait dengan pengembangan produk nantinya, Rully mengatakan perseroan akan lebih fokus pada prinsip peningkatan inklusi keuangan masyarakat.

"Kan ada juga prinsip inklusi keuangan dengan pembiayaan pada UMKM. Jadi, untuk bank-bank kecil seperti kami akan mulai dari tahap itu dulu," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi hijau

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup