BCA Bukukan Laba Rp12,9 Triliun Semester I/2019

PT Bank Central Asia Tbk. mencatat pertumbuhan laba bersih meningkat 12,6% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp11,4 triliun pada 2018 menjadi Rp12,9 triliun pada Juni 2019.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Juli 2019  |  20:14 WIB
BCA Bukukan Laba Rp12,9 Triliun Semester I/2019
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan pada paparan kinerja keuangan kuartal I/2019, di Jakarta, Kamis (25/4/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. mencatat pertumbuhan laba bersih meningkat 12,6% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp11,4 triliun pada 2018 menjadi Rp12,9 triliun pada Juni 2019.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pertumbuhan laba yang positif tersebut ditopang oleh kinerja operasional yang solid.

Pendapatan operasional bank yang terdiri dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) dan pendapatan operasional lainnya meningkat 16,1% menjadi Rp34,2 triliun pada semester I/2019.

Khususnya pendapatan bersih meningkat 13,1% yoy menjadi Rp24,6 triliun. Sementara pendapatan operasional lainnya tumbuh 24,5% yoy menjadi Rp9,6 triliun hingga semster I/2019.

"BCA melihat adanya pemulihan kredit investasi sejak tahun 2018 dan terus berlanjut pada semester pertama 2019. Hal ini merupakan indikator positif bagi iklim usaha dan ekonomi dalam jangka panjang sehingga BCA mencatat pertumbuhan yang positif pada berbagai segmen kredit," katanya, Rabu (24/7/2019).

Jahja melanjutkan, perseroan juga menjaga rasio keuangan yang solid. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat pada level 23,6%.

Selain itu, likuiditas perseroan tercatat cukup longgar pada semester I/2019 ini. Rasio kredit terhadap DPK tercatat pada level 79,0%.

Dengan laju DPK yang cukup kencang pada semester I/2019, perseroan mengharapkan laju penyaluran kredit bisa meningkat pada semester II nantinya.

Perseroan mencatatkan portofolio kredit meningkat 11,5% yoy menjadi Rp565,2 triliun pada paruh pertama tahun 2019.

Jahja mengutarakan, kredit korporasi tumbuh paling kencang, meningkat 14,6% yoy menjadi Rp219,1 triliun. Selain itu, kredit komersial dan usaha kecil menengah (UKM) meningkat 12,5% yoy menjadi Rp189,2 triliun.

Sementara itu, kredit konsumer tercatat meningkat hanya 6,4% yoy menjadi Rp152,0 triliun. Pada portofolio kredit konsumer, kredit beragun properti tercatat tumbuh lebih kencang, meningkat 11,2% yoy menjadi Rp90,7 triliun.

Sedangkan kredit kendaraan bermotor tercatat turun 1,5% yoy menajdi Rp48,2 triliun, dipengaruhi oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua.

Di samping itu, perseroan berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) berada di level 1,4% hingga juni 2019. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah berada pada level 183,7%.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), BCA berhasil menghimpun dana sebesar Rp673,9 triliun atau naik 8,6% yoy.

Jahja memaparkan, CASA tetap menjadi penopang dana pihak ketiga BCA dan berkontribusi sebesar 75,7% dari total DPK.

BCA mencatat pertumbuhan dana giro dan tabungan sebesar 5,9% yoy menjadi Rp510,4 triliun. Jahja mengatakan, hal tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi khususnya pada e-channels.

Sementara, dana deposito perseroan tercatat meningkat signifikan, tumbuh 18,1% yoy menjadi Rp163,5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bca, kinerja emiten

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top