Esok, BPJS Kesehatan Akan Umumkan Pemenang BPJS Kesehatan Award 2019

Pengumuman akan disampaikan pada 15 Agustus 2019 dalam ajang BPJS Kesehatan Award. Sejumlah fasilitas kesehatan, baik fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit akan diberi penghargaan.
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:07 WIB
Esok, BPJS Kesehatan Akan Umumkan Pemenang BPJS Kesehatan Award 2019
Calon pasien menunggu antrean di RSUD Jati Padang, Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA – BPJS Kesehatan siap mengumumkan fasilitas kesehatan dengan komitmen dan pelayanan terbaik kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS).

Pengumuman akan disampaikan pada 15 Agustus 2019 dalam ajang BPJS Kesehatan Award. Sejumlah fasilitas kesehatan, baik fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) maupun rumah sakit akan diberi penghargaan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, saat ini tim juri eksekutif yang diketuai oleh Nafsiah Mboi, Mantan Menteri Kesehatan, sudah memegang nama-nama FKTP dan RS terbaik yang memiliki komitmen tinggi memberikan pelayanan optimal bagi peserta JKN-KIS.

Menurutnya, tim juri itu juga melibatkan segala unsur yang terkait program JKN-KIS, di antaranya Dewan Perwakilan Rakyat, Kementerian Kesehatan, asosiasi konsumen, asosiasi profesi, dan asosiasi fasilitas kesehatan.

Juri FKTP, jelasnya, diketuai oleh Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, sedangkan tim juri RS diketuai oleh Nafsiah Mboi.

“Dengan demikian penilaian akan dijamin objektifivitasnya dari berbagai aspek,” kata Iqbal dalam keterangan resmi, Rabu (14/8/2019).

Iqbal merincikan, untuk penghargaan kepada FKTP, BPJS Award diberikan kepada masing-masing satu fasilitas terbaik dalam lima kategori, yaitu kategori puskesmas, klinik pratama, dokter praktik mandiri, dokter gigi, dan apotek program rujuk balik (PRB).

Sementara itu, untuk RS, penghargaan akan diberikan empat rumah sakit dari masing-masing kelasnya, yakni A, B, C, dan D.

“Dari 23.102 FKTP, 2.406 RS dan 1.264 Apotek diseleksi dari tahapan Kantor Cabang, Kantor Kedeputian Wilayah, hingga tingkat nasional. Selain itu, tim juri juga lakukan survei langsung ke lapangan untuk melihat langsung kondisi riil di fasilitas kesehatan,” tambah Iqbal.

Nafsiah Mboi mengatakan bahwa melalui BPJS Kesehatan Award diharapkan akan mendorong fasilitas kesehatan lainnya untuk makin optimal memberikan layanan kesehatan khususnya di era JKN-KIS.

Kehadiran program nasional itu dinilai secara nyata mendorong fasilitas kesehatan untuk lebih memperhatikan mutu dan kualitas layanan.

Selain itu, kata Nafsiah, peningkatan mutu dan kualitas itu dapat dirasakan di seluruh Indonesia, bukan hanya di Pulau Jawa.

“Saya sangat mengapresiasi perubahan yang ditunjukkan faskes setalah 5 tahun Program JKN-KIS berjalan. Semoga dengan BPJS Kesehatan Award dapat mendorong faskes dan juga pemerintah daerah merealisasikan hal tersebut," kata Nafsiah Mboi saat Rapat Pleno Penetapan Pemenang BPJS Kesehatan Award, Selasa (13/8/2019) malam.

Dede Yusuf juga mengatakan BPJS Kesehatan Award juga merupakan bentuk evaluasi bersama baik fasilitas kesehatan maupun BPJS Kesehatan sendiri. Dia pun mengakui bahwa dalam 5 tahun terakhir perjalanan program nasional itu, jumlah fasilitas kesehatan dan kualitas layanan terus meningkat.

“Diharapkan faskes pemenang BPJS Kesehatan Award dapat menjadikan menjadi contoh, benchmark kepada faskes lain, jika ingin menjadi mitra BPJS Kesehatan, standar ini yang dilihat," kata Dede.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs kesehatan

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top