Bank Mandiri Bantah Isu Serangan Siber dan Kebangkrutan

Menurutnya pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil China adalah tidak benar.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  13:49 WIB
Bank Mandiri Bantah Isu Serangan Siber dan Kebangkrutan
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank Mandiri, di Jakarta, Kamis (4/7/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Corporate Secretary PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Rohan Hafas membantah isu terkait dengan serangan siber dan akan mengalami kebangkrutan.

Menurutnya pesan gelap di media sosial dan aplikasi percakapan Whatsapp yang menginformasikan bahwa Bank Mandiri mengalami kerugian, akan segera bangkrut dan akan diambil China adalah tidak benar.

“Tindakan penyebaran isu itu merupakan upaya pendiskreditan dengan tujuan merusak kepercayaan masyarakat, baik kepada Bank Mandiri, perekonomian Indonesia serta pemerintah,” katanya melalui siaran pers, Rabu (14/8/2019).

Bank Mandiri, lanjut Rohan, merupakan Bank milik pemerintah terbesar di Indonesia dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia. Dengan kondisi tersebut, tidak mungkin segala kejadian tidak dimonitor dan diawasi oleh kedua institusi tersebut.

Perseroan melihat, informasi yang disebarkan melalui kanal media sosial tersebut seperti diskenariokan oleh pihak tertentu yang memiliki itikad tidak baik untuk mengganggu perekonomian dan pemerintah.

Rohan mengemukakan bahwa Bank Mandiri akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menindak pelaku penyebaran isu tersebut. Bank Mandiri pun mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan berita bohong Karena dapat melanggar UU ITE.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mandiri

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top