Perusahaan Pembiayaan Gencar Cari Dana

Sejumlah perusahaan pembiayaan mulai banyak meneken perjanjian pendanaan pada tahun ini.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 25 Agustus 2019  |  19:34 WIB
Perusahaan Pembiayaan Gencar Cari Dana
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTASejumlah perusahaan pembiayaan mulai banyak meneken perjanjian pendanaan pada tahun ini.

Direktur Utama PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) Suwandi Wiratno mengatakan, telah mendapatkan pinjaman sindikasi senilai US$130 juta dari OCBC Bank Singapura, ANZ, Bank Mandiri, Standard Chartered, BRI, East Spring Investment, Taiwan Cooperative Bank, dan lainnya.

"Ini digunakan untuk pembiayaan tahun ini dan tahun depan," katanya, belum lama ini.

Saat ini pembiayaan CSUL Finance mencapai Rp1,85 triliun per Juli 2019, cenderung flat dibandingkan dengan Juni 2018 senilai Rp1,89 triliun.

Hal ini disebabkan oleh performa pembiayaan alat berat tidak secemerlang pada tahun lalu.

Suwandi yang juga merupakan Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengungkapkan bahwa pelaku usaha masih optimistis target pertumbuhan pembiayaan industri masih seperti target awal yakni sekitar 6%--7% hingga akhir tahun. Untuk itu, perusahaan pembiayaan masih akan terus menggalang sumber dana khususnya pada akhir tahun ini.

Namun, dia mengakui bahwa untuk pendanaan offshore, tidak semua perusahaan mampu mendapatkan pinjaman dari luar negeri, tergantung dari skala perusahaan.

"Pendanaan perusahaan pembiayaan yang dimiliki bank aman, yang dimiliki distributor atau ATPM aman, perbankan luar negeri juga masih ingin cari," ujarnya.

Sebelumnya, PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPM Finance) baru saja menawarkan obligasi pertamanya, yakni Penawaran Umum Obligasi MPM Finance I Tahun 2019 senilai Rp800 miliar. Hal ini sejalan dengan pemenuhan target dana perusahaan tahun ini senilai Rp4 triliun. Adapun sisanya telah dipenuhi lewat pinjaman sindikasi dan penerbitan medium term notes (MTN).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pendanaan offshore naik 13,74% (year-on-year) menjadi Rp104,32 triliun per Juni 2019. Dalam periode yang sama, pendanaan onshore mencapai Rp180,34 triliun, turun 3,42% secara tahunan.

Publikasi PT Kustodian Efek Sentral Indonesia (KSEI) menunjukkan terdapat enam perusahaan pembiayaan menerbitkan emisi surat utang pada Agustus 2019. Tiga di antaranya adalah perusahaan pembiayaan khusus.

Beberapa di antaranya adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Indonesia Eximbank IV Tahap VI Tahun 2019 senilai Rp1,02 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan Indonesia Eximbank I Tahap IV Tahun 2019 sebesar Rp150 miliar.

PT Sarana Multigriya Finansial  (SMF) juga akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp2,5 triliun.

Selain itu, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi sebesar Rp4,09 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multi Infrastruktur Tahap III Tahun 2019 dengan jumlah dana sukuk mudharabah sebesar Rp1 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top