Bingung Mau Investasi Saham? Ini Cara Buka Rekening Saham

Investasi saham menjadi salah satu investasi yang menarik. Sebab instrumen pasar modal tersebut merupakan salah satu instrumen yang bisa memberikan imbal hasil yang besar dibandingkan instumen investasi lainnya.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  09:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Investasi saham menjadi salah satu investasi yang menarik. Sebab instrumen pasar modal tersebut merupakan salah satu instrumen yang bisa memberikan imbal hasil yang besar dibandingkan instumen investasi lainnya.

Untuk dapat berinvestasi saham, hal pertama yang dilakukan adalah membuka rekening saham. Cara membuka rekening saham cukup mudah. Bagi yang belum mengetahui caranya dan masih bingung, berikut empat langkah membuka rekening saham:

1. Menyiapkan dokumen pribadi

Jika ingin membuka rekening saham, ada beberapa dokumen pribadi yang perlu disiapkan. Dokumen wajib yang perlu disiapkan antara lain, kartu identitas berupa fotokopi KTP untuk warga negara Indonesia (WNI) atau KITAS/Passport untuk warga negara asing (WNA) dan fotokopi Nomor Peserta Wajib Pajak (NPWP).

Bagi yang tidak mempunyai NPWP, bisa melampirkan NPWP orang tua jika Anda pelajar atau NPWP suami jika Anda seorang ibu rumah tangga. Biasanya juga bisa dengan menyertakan Surat Keterangan Tidak Punya NPWP.

Selain itu, perlu disiapkan fotokopi halaman depan/cover buku tabungan dan membawa materai Rp6.000 minimal dua buah.

2. Memilih sekuritas

Perlu diketahui membuka rekening saham bukan di Bursa Efek Indonesia, tetapi di perusahaan sekuritas. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah menentukan perusahan sekuritas tempat Anda ingin membuka rekening saham.

Perusahaan sekuritas yang disebut juga dengan pialang atau broker adalah perusahaan yang telah mendapat izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat melakukan kegiatan sebagai perantara perdagangan efek (broker).

Pilihlah sekuritas yang kredible. Cek apakah mereka memiliki izin sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) atau atau Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan tercatat oleh Bursa Efek Indonesia.

3. Mengisi formulir perusahaan sekuritas

Hal selanjutnya yang dilakukan untuk membuka rekening saham adalah mengisi formulir pembukaan rekening saham di perusahaan sekuritas yang Anda pilih.

Formulir pembukaan rekening saham ada dua jenis, yaitu rekening efek untuk transaksi jual dan transaksi beli efek yang dibayar atau diterima secara tunai pada waktu jatuh tempo.

Kemudian ada pula Rekening Dana Investor (RDI), yakni rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening sekuritas (atas nama sekuritas) yang digunakan untuk keperluan transaksi jual beli saham oleh investor. Rekening ini bertujuan untuk memisahkan dana nasabah dengan dana perusahaan efek.

Pembukaan rekening saham saat ini semakin mudah dilakukan. Selain mendatangi langsung perusahaan sekuritas, formulir pembukaan rekening bisa diunduh melalui situs perusahaan tersebut. Bahkan kini sudah ada perusahaan sekuritas yang menawarkan pembukaan rekening hanya melalui aplikasi tanpa mengirimkan dokumen fisik.

4. Menyetor deposit awal

Masing-masing perusahaan sekuritas menetapkan besaran setoran awal minimum yang berbeda-beda. Setoran awal ini akan masuk ke RDI milik investor.

Setoran awal yang disyaratkan bermacam-macam, mulai dari Rp1 juta, Rp3 juta, hingga Rp10 juta atau lebih. Bahkan adapula yang mematok setoran awal paling murah sebesar Rp100 ribu.

Nah, sebagai referensi, berikut beberapa contoh perusahaan sekuritas beserta setoran awal yang ditetapkan:

1. BNI Sekuritas

Sekuritas yang berada di bawah naungan Bank BNI ini menawarkan dua jenis layanan, yakni layanan hybrid (mendaftar langsung ke cabang) dan online.

Untuk layanan hybrid, fee transaksi jual dikenakan 0,25% dan fee transaksi jual 0,35%, dengan setoran awal sebesar Rp5 juta Sedangkan layanan online, fee transaksi jual dikenakan 0,17% dan fee transaksi jual 0,27%, dengan setoran awal minimum Rp1 juta

2. Mirae Asset Sekuritas Indonesia

Mirae menetapkan minimal setoran awal untuk pembukaan akun sebesar Rp10 juta untuk umum dan Rp3 juta untuk mahasiswa.

Fee yang dikenakan sebesar 0,15% untuk transaksi beli dan 0,25% untuk transaksi jual (sudah termasuk pajak).

3. Indo Premier Sekuritas

Broker satu ini merupakan salah satu broker yang menawarkan pembukaan akun dengan setoran awal yang kecil, yakni Rp100.000. Dikenakan transaksi biaya 0.19% untuk beli saham dan 0.29% untuk jual saham.

4. Samuel Sekuritas Indonesia

Sekuritas ini menetapkan setoran awal minimum untuk rekening online trading sebesar Rp10 juta. Sedangkan untuk rekening full service, setoran awal minimum ditetapkan sebesar Rp50 juta.

5. Profindo International Securities

Sama seperti Indo Premier Sekuritas, sekuritas ini juga menetapka deposit awal dana ke RDI minimal Rp100.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top