Batal Jadi Induk Holding BUMN Asuransi, Ini Komentar Jasa Raharja

PT Jasa Raharja (Persero) menyatakan akan mengikuti apapun keputusan terkait pembentukan holding asuransi, setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menyatakan induk holding adalah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero).
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 04 September 2019  |  16:49 WIB
Batal Jadi Induk Holding BUMN Asuransi, Ini Komentar Jasa Raharja
Calon penumpang bus memeriksakan kondisi kesehatannya sebelum kembali ke rantau, di mobil Jasa Raharja, di Padang, Sumatra Barat, Selasa (11/6/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Raharja (Persero) menyatakan akan mengikuti apapun keputusan terkait pembentukan holding asuransi, setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN menyatakan induk holding adalah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia atau BPUI (Persero).

Direktur Keuangan Jasa Raharja Myland menyampaikan, segala keputusan terkait penggabungan asuransi plat merah merupakan kewenangan penuh dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham utama.

Hal tersebut menurutnya meliputi keputusan penunjukkan BPUI sebagai induk holding, menggantikan Jasa Raharja yang awalnya direncanakan akan memimpin holding tersebut.

"Holding ini kan ranahnya pemegang saham, jadi mungkin kami sebagai perusahaan di bawah pemegang saham mengikuti apa yang menjadi ketetapan dari pemegang saham," ujar Myland saat ditemui usai Media Gathering Jasa Raharja, Rabu (4/9/2019) di Jakarta.

Dia pun menjelaskan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan atau pernyataan terkait keputusan dalam holding asuransi karena hal tersebut merupakan kewenangan Kementerian BUMN.

"Mungkin lebih tepatnya ditanyakan kepada pemegang saham," tambah dia.

Myland menjelaskan bahwa pada 2–3 pekan lalu Jasa Raharja telah melakukan pertemuan dengan BPUI. Namun, menurut dia, dalam pertemuan tersebut tidak terdapat pembahasan terkait holding.

Adapun, Myland menyampaikan bahwa pihaknya belum mendapatkan arahan khusus terkait perannya sebagai anggota, karena pembentukan holding itu sendiri masih dalam proses.

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengonfirmasi bahwa Kementerian BUMN menunjuk BPUI sebagai induk holding, menggantikan Jasa Raharja yang kemudian menjadi anggota.

Dia menjelaskan bahwa usulan tersebut telah disampaikan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Meskipun begitu, Isa belum dapat menjabarkan detil usulan tersebut.

"Perbaikan usulan holding asuransi sudah disampaikan Menteri BUMN kepada Menkeu, antara lain mengenai perubahan induk dan anggota holding," ujar Isa kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, akan terdapat kajian bersama antara kedua kementerian untuk membahas usulan baru mengenai holding tersebut.

"Apabila [usulan Kementerian BUMN] disepakati, maka Kemenkeu akan mengusulkan pembentukan holding dengan suatu Rancangan Peratutan Pemerintah [RPP]," tutup Isa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
holding bumn, jasa raharja

Editor : Emanuel B. Caesario

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top