Kredit Sektor Produksi Belum Moncer

Perbankan menilai pertumbuhan kredit sektor produksi belum akan kencang hingga akhir tahun ini.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 05 September 2019  |  06:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan menilai pertumbuhan kredit sektor produksi belum akan kencang hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Bank Mayapada International Tbk. Haryono Tjahharijadi pun secara lugas hanya menggambarkan dengan kata melambat, relatif stagnan, dan praktis tidak bertumbuh.

Untuk itu sampai akhir tahun perseroan pun tak mematok angka yang tinggi dalam pertumbuhan kredit sektor produksi atau hanya di level 9% yoy - 11% yoy.

"Kami belum akan melakukan strategi khusus maupun mengubah porsi kredit ke depannya. Proyeksi pertumbuhan pun kami masih optimistis sesuai dengan rencana bisnis bank 2019 sekitar 9% - 11%," katanya kepada Bisnis, Rabu (4/9/2019).

Sementara itu, per Juli 2019 kredit perseroan tercatat tumbuh sekitar 8% yoy menjadi Rp66,99 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu Rp62,02 triliun.

Tim Analis PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Rully Nova menilai sebenarnya sektor yang lain pun sudah mengalami perlambatan sejak dua tahun lalu yang dipicu oleh pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan tetapi sektor produksi baru mengalami perlambatan terburuk saat ini karena perang dagang Amerika Serikat dan China.

"Dengan struktur ekonomi Indonesia saat ini sangat sulit memacu pertumbuhan sektor produksi terutama untuk tujuan ekspor," ujarnya.

Sementara itu, Bank Woori Saudara sendiri mencatat kredit sektor produksi masih tumbuh cukup baik karena kebanyakan perusahaan sudah memasukan rencana dari tahun lalu dan merealisasikannya di tahun ini. 

Perseroan pun optimistis masih akan mencapai pertumbuhan kredit di level 14% yoy sampai akhir tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top